Abstract :
Yusna Lule Madi, 2010, ?Motivasi Belajar? dengan Sub Judul Suatu
Tinjauan Teologis praktis tentang Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Kristen Murid Kelas IV Tahun Ajaran 2009/2010 SD Negeri 279 Taba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu. Pendidikan agama Kristen adalah pendidikan yang berdasarkan iman Kristen (Alkitab) untuk mengasihi Allah dan sesama manusia beserta alam dan segala isinya. Pendidikan agama Kristen dilihat dalam empat modus yaitu: Tuhan, alam semesta, manusia, dan norma-norma Kristen. Tujuan PAK yakni mengajak, membantu, menghantar seseorang untuk mengenal kasih Allah yang nyata dalam Yesus Kristus sehingga dengan pimpinan Roh Kudus datang ke dalam suatu persekutuan hidup dengan Tuhan. Motivasi belajar adalah dorongan atau keinginan siswa untuk belajar guna
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rencana program pembelajaran. Pada hakikatnya murid terkadang ada sudah memiliki, tetapi ada juga yang tidak memiliki motivasi belajar. Jika murid tidak memiliki motivasi belajar maka yang dilakukan adalah mendorong atau memotivasi murid agar dan yang telah memiliki guru hanya mengelola motivasi belajar agar mencapai prestasi belajar sesuai dengan yang diharapkan. Hasil belajar merupakan pernyataan minimal tentang suatu kemampuan yang dijabarkan menjadi satu atau lebih hasil belajar yang disertai indikator Berdasarkan penelitian di Kelas IV Tahun Ajaran 2009/2010 SD Negeri 279 Taba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran, ketersediaan sumber-sumber pembelajaran, dan keberadaan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah memiliki kaitan erat atau signifikan dengan motivasi belajar. Dan motivasi belajar murid memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Kristen. Semakin tinggi motivasi belajar murid maka semakin tinggi pula prestasi belajar murid. Jadi kata kuncinya: motivasi belajar
murid harus diupayakan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah.