Abstract :
Riani Sarlota Pasande (2013), Nirm 20133657 menyusun skripsi dengan
judul: ? Kajian Pedagogis Tentang Efektivitas penggunaann Bahasa Toraja
Dalam Kebaktian Anak Sekolah Minggu Gereja Toraja Jemaat Karua Klasis
Balusu?, yang diajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja
(STAKN) Toraja Rumusan masalah yang akan dikaji dalam skripsi ini adalah : Bagaimana Efektifitas Penggunaan Bahasa Toraja Dalam Kebaktian Anak Sekolah Minggu Gereja Toraja Jemaat Karua Klasis Balusu. Metode penulisan yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Penulisan topik ini dilatarbelakangi oleh pengajaran yang disampaikan oleh cara pelayan Sekolah Minggu Jemaat Karua dengan menggunakan bahasa Indonesia kadang tidak diterima dengan baik atau tidak dipahami oleh anak Sekolah Minggu
Jemaat karua. Hal ini menyebabkan komunikasi dalam ibadah tidak beijalan
dengan lancar sehingga nilai-nilai Kristiani yang ditanamkan tidak beikembang dengan baik, padahal Pengurus Pusat Sekolah Minggu Gereja Toraja telah menetapkan Guru Sekolah Minggu berbasis bahasa Toraja yang artinya semua pelayan Sekolah Minggu di jemaat-jemaat disarankan menggunakan bahasa Toraja dalam pelayanan. Hal ini juga didasari karena kurangnya generasi muda saat ini yang menggunakan bahasa Toraja
Melihat masalah ini menyadarkan penulis dan mengajak pelayan Sekolah
minggu untuk menggunakan bahasa Toraja dalam kebaktian anak Sekolah
Minggu serta untuk melestarikan bahasa Toraja sebagai kekayaan budaya Toraja. Dari hasii penelitian selama penulis terjun ke-lapangan, penulis menemukan gambaran bahwa anak-anak Sekolah Minggu menyukai ketika guru Sekolah Minggu menggunakan bahasa Toraja dalam kebaktian sehingga pemahaman mereka akan Firman semakin meningkat. Mereka berpendapat bahwa terasa lebih menyenangkan apabila dalam kebaktian, para guru Sekolah Minggu menggunakan bahasa Toraja karena bahasa Toraja adalah bahasa yang lebih mereka pahami dan mereka gunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa Toraja, tidak ada pihak yang dirugikan dalam kebaktian tersebut bahkan guru Sekolah Minggu dan anak Sekolah Minggu mendapat beberapa manfaat ketika mereka menggunakan bahasa Toraja dalam kebaktiaan.