Abstract :
YUSILVA TANDI TULAK : Analisis Pemahaman Siswa Kelas XI Tentang
Penyalahgunaan Seks di SMA Negeri 1 Saluputti Kabupaten Tana Toraja.
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pemahaman siswa kelas XI
tentang penyalahgunaan seks di SMA Negeri 1 Saluputti Kabupaten Tana Toraja. Sedangkan manfaatnya antara lain: (a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi perpustakaan STAKN Toraja yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa jurusan PAK yang ingin menambah wawasannya tentang analisis pemahaman siswa SMA terhadap seks, (b) Hasil penelitian ini melatih penulis agar memiliki kompetensi untuk melakukan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif; manfaat praktis yaitu: (a) Hasil penelitian ini bermanfaat bagi siswa remaja yang bersekolah di SMA Negeri 1 Saluputti agar memiliki pemahaman tentang seks dan dampak negatif yang akan ditimbulkan manakala disalahgunakan dengan bebas, (b) Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pihak sekolah, dalam hal ini SMA Negeri 1 Saluputti untuk melakukan pengawasan dan pendidikan seks yang lebih komprehensif terhadap siswa-siswanya agar terhindar dari pergaulan seks bebas, dan (c) Hasil penelitian ini dapat menjadi pegangan bagi penulis di lapangan (dalam tempat pengabdian sebagai guru PAK) ketika menghadapi masalah-masalah yang ditemukan yang terkait dengan pemahaman siswa menyangkut seks dan penyalahgunaannya. Penelitian ini merupakan sebuah penulisan lapangan yang bersifat deskriptif yaitu menyajikan data sesuai dengan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan dengan suatu analisis individual menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Saluputti yang berjumlah 6 orang. Teknik analisis data yang digunakan peneliti meliputi: penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Saluputti Kabupaten Tana Toraja siswa kelas XI sudah memahami penyalahgunaan seks dalam kehidupan mereka. Uraian atas pemahaman siswa tersebut antara lain: siswa sudah memahami arti seks, siswa memahami bahwa pendidikan seks itu penting dalam pembentukan
moral siswa, siswa memahami pentingnya pendidikan seks bagi pembentukan kepribadian dan spiritual yang sehat untuk menghindari penyalahgunaan seks, sebagian besar informan berani mengakui sudah pernah melakukan hubungan badan (seks) dengan pasangan masing-masing, siswa memahami dampak negatif dari seks, dan siswa memahami cara untuk menghindari seks bebas.