Abstract :
Marista Paseru (20062227), 2012, dengan judul: Pengaruh Pelaksanaan
Tes Formatif dan Tes Sumatif Terhadap Ketuntasan Belajar Siswa Kelas V
Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDN 4 Rantepao.
Dibimbing oleh Setrianto Tarrapa?, M. Pd. K selaku pembimbing I dan Algu S.
Pabangke, S. Pd selaku pembimbing II. Sekolah merupakan tempat dimana guru dan peserta didik melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar guru dapat melaksanakan tugas sebagai pendidik, pengajar, serta pembimbing dan peserta didik menerima materi pengajaran. Indikasi pencapaian tujuan proses belajar mengajar yaitu sejauhmana siswa menguasai materi yang diajarkan. Untuk itu guru harus melaksanakan evaluasi pembelajaran. Berkaitan dengan hasil belajar dikelas maka
tes yang menjadi ukuran adalah tes formatif dan tes sumatif. Tes formatif dan tes sumatif sangat berperan dalam menentukan seberapa besar siswa mengalami ketuntasan belajar. Berangkat dari pemahaman inilah, penulis meneliti sebuah permasalahan dengan judul Pengaruh Pelaksanaan Tes Formatif dan Tes Sumatif Terhadap Ketuntasan Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri 4 Rantepao. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif yang menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumenter dalam mengumpulkan data, yang kemudian selanjutnya menganalisis dengan uji linear, uji normalitas menggunakan Software Statistical Package for the Social Sience (SPSS), analisis deskriptif setiap indikator dalam variabel, pengujian hipotesis korelasi sederhana dan korelasi ganda dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelaksanaan tes formatif dan tes sumatif terhadap ketuntasan belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PAK di SDN 4 Rantepao. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian hipotesis serta pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tes formatif dan tes sumatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketuntasan belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDNegeri 4 Rantepao. Hal ini menunjukkan bahwa dalam melihat ketuntasan belajar tes formatif dan tes sumatif sangat memegang peranan penting. Sebagaimana telah diulas bahwa ketuntasan belajar adalah perubahan siswa di dalam dirinya. Oleh sebab itu secara kognitif, afektif dan psikomotor maka perubahan akan dilihat ketika siswa sedang belajar, sedang bermain atau aktifitas lain yang dilakukan oleh siswa. Dengan demikian kedua macam tes tersebut harus dilaksanakan secara seimbang.