Abstract :
Gereja Toraja lahir sebagai buah pekabaran Injil dari Barat. Dalam pertumbuhannya Gereja Toraja telah berupaya menyusun suatu rumusan pengakuan sendiri. Namun rumusan itu masih mengacu pada dokumen-dokumen yang diwarisi dari Barat. Sedangkan nilai-nilai budaya belum dijadikan sebagai pertimbangan untuk merespon penyataan Allah. Hal itu yang mendorong penulis untuk melakukan suatu studi terhadap salah satu unsur yang diyakini dalam budaya Toraja yaitu dalle?, dengan keyakinan bahwa ada nilai-nilai dalam budaya itu yang bisa menjadi pertimbangan untuk membangun sebuah teologi kontekstual. Studi ini dilakukan bersama-sama dengan studi terhadap predestinasi Calvin dengan keyakinan bahwa ajaran ini mengandung nilai-nilai teologis yang sangat berguna untuk memperkaya penghayatan iman Kristen.
Dengan upaya tersebut ditemukan bahwa baik dalle? dalam konteks Toraja maupun dalam predestinasi Calvin merupakan aktualisasi dari worldview mereka yaitu pandangan mengenai yang ilahi, mengenai dunia, mengenai manusia, panggilan sebagai umat dalam persekutuan, dan pengharapan eskatologis. Pokok-pokok pikiran yang dihasilkan dari studi ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi Gereja Toraja dalam pergumulannya untuk membangun sebuah teologi kontekstual agar benar-benar dapat menjadi Gereja Toraja di Toraja dan pangggilannya di tengah dunia ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis metode library research (studi kepustakaan).