Abstract :
MARIANY, 2014, menyusun Tesis dengan judul: Analisis Peran
Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Motivator Dalam Proses
Belajar Siswa SMP Di Kecamatan Mengkendek Tana Toraja
Judul ini dipilih karena Tugas guru di sekolah harus dapat menjadi
orang tua kedua dan hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya
dalamproses belajar. Guru menjadi penentu baik bagi keberhasilan juga
kegagalan dalam menanamkan benihpengajarannya kepada para
pesertadidik. Pokok masalah yang diselesaikan dalam penelitian ini adalah
bagaimanaGuru PAK dalam peranannya sebagai motivator dalam proses
belajar siswa SMP di Mengkendek. Tujuannya adalah untuk mengetahui
keberadaan atau gambaran peran motivator yang dikeijakan oleh guru
PAK khususnya dalam membentuk dan membangun kepribadian Kristen
berdasarkan teladan Yesus, juga melihat bagaimana peran guru PAK
sebagai motivator tersebut memberi kontribusi dalam peningkatan proses
belajar.
Berdasarkan hasil penelitian yang dikerjakan dengan pendekatan
kualitatif, peran Guru PAK sebagai motivator dalam proses belajar siswa
SMP di kecamatan Mengkendek Tana Toraja diketahui peran guru PAK
sebagai motivator dalam proses belajar siswa SMP di kecamatan
Mengkendek terwujud dalam hal pelaksanaan tanggung jawab dalam
kapasitasnya sebagai guru PAK yang sekaligus sebagai motivator. Peran
motivator yang telah dikeijakan guru PAK melalui proses pembelajaran di
kelas sama halnya dengan upaya mengajar, mendidik, mengarahkan dan
menuntun setiap siswa pada hidup takut akan Tuhan. Setiap Guru PAK
menyadari bahwa peran utama dan terutama dalam membangun peran
sebagai motivator adalah menuntun setiap peserta didik kepada
kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus, membimbing pada
pembentukkan kepribadian kristen yang tercermin dalam perilaku hidup
mengasihi dan menghormati sesama serta melayani Tuhan. Dalam
melakukan perannya sebagai motivator, guru PAK menyadai
keterbatasannya, baik keterbatasan menyangkut kapasitas diri yang kurang
memiliki kompetensi dalam memaksimalkan pendekatan-pedekatan
pembelajaran dengan menggunakan beragam metode, sehingga proses
belajar di kelas sekaligus sebagai proses pembimbingan dan
pendampingan kurang maksimal, juga faktor minimnya fasilitas media
pembelajaran dan sarana dan prasarana guna menunjang proses belajar
menjadi lebih efektif dan efesien. Faktor itulah yang menyebabkan terjadi
kebosanan pada peserta didik sehingga ketika pembelajaran tidak
maksimal di dalam kelas, sangat mempengaruhi tidak masimalnya setiap
pelayanan bimbingan yang diberikan kepada siswa. Sehubungan dengan
kontribusi peran guru PAK sebagai motivator dalam proses belajar di
sekolah, berdasarkan hasil penelitian menunjukan berkontribusi positif.
Peserta didik menerima pembelajaran PAK yang di dalamnya secara
sungguh-sungguh dikeijakan proses pembimbingan dan dukungan kepada
setiap siswa yang memiliki masalah, dan setiap guru memberikan
bimbingan dan arahan guna memampukan setiap siswa berani menghadapi
setiap persoalan dan berhasil menyelesaikan dengan baik. Hal yang paling
dirasakan oleh setiap siswa adalah bimbingan rohani yang diberikan
setiap guru PAK adalah hal yang sangat mempengaruhi kemampuannya
untuk menyelesaikan tanggung jawabnya baik menyangkut proses belajar
di sekolah juga di rumah.