Abstract :
Yuli Manda, menyusun dengan judul Tesis: Implementasi dan Implikasi Katekisasi Pranikah Gereja Toraja Bagi Pembentukan Keluarga Kristen Dalam Lingkungan Gereja Toraja Klasis Sillanan. Topik ini bertitik tolak pada permasalahan bahwa perjalanan kehidupan rumah tangga tidak akan selalu berjalan tanpa adanya masalah didaiamnya. Dengan ungkapan lain bahwa
perjalanan pernikahan tidak terlepas dari masalah yang timbul bahkan kadang tidak terduga. Permasalahan yang timbul dalam keluarga digolongkan dalam 2 kategori besar. Pertama, Masalah yang timbul secara normal dalam siklus kehidupan keluarga yaitu dari pernikahan, menjadi orang tua, berpisah dengan anak- anak yang sudah menikah sampai Tuhan memanggil mereka. Kedua, masalah yang timbul dari luar keluarga seperti tekanan masyarakat, dan perubahan-perubahan sosial, politik, ekonomi dan budaya. Salah satu proses
yang mempunyai peran di dalamnya adalah proses katekisasi pranikah. Namun dewasa ini katekisasi pranikah dianggap sebagai sekedar formalitas semata, hanya sebagai syarat untuk bisa melangsungkan pernikahan di Gereja. Gereja kurang serius dalam memberikan katekisasi pranikah bagi calon pasangan kristen. Karena itu, permasalahan yang hendak dikaji adalah bagaimana implementasi isi katekisasi pranikah Gereja Toraja pada lingkup
Gereja Toraja Klasis Sillanan serta bagaimana implikasi katekisasi pranikah dalam membentuk keluarga kristiani di Gereja Toraja Klasis Sillanan.
Penelitian ini berlandaskan teori-teori dari para ahli tentang hakekat pernikahan
Kristen, dasar alkitabiah tentang pernikahan Kristen, hakekat katekisasi pranikah, landasaan, isi dan proses katekisasi pranikah. Dalam rangka memperoleh data yang akurat, maka metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif. Informan terdiri dari pendeta, penatua, diaken,
warga jemaat dalam lingkungan Klasis Sillanan. Hasil wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pernikahan Kristen dimaknai sebagai
persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan yang diprakarsai sekaligus diperintahkan oleh Allah kepada manusia sebagai bentuk panggilan untuk memuliakan Allah dalam wujud hidup bahagia, harmonis, dan tidak terpisahkan serta menerima segala konsekuensi rumah tangga; (2) Dalam sebuah pernikahan Kristen salah satu peran yang perlu dan harus dilakukan adalah katekisasi pranikah. Yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan
bergereja khusunya dalam lingkungan Klasis Silllanan adalah pengajaran katekisasi yang dilakukan Majelis Gereja kepada pasangan suami istri dengan berpedoman pada muatan arti pernikahan Kristen, hakikat/makna pernikahan, tujuan pernikahan, tantangan dalam hidup pernikahan, mengelolah ekonomi dalam keluarga dan pemahaman bersama tentang liturgi dan makna simbol dalam liturgi dengan metode dialogis, percakapan, ceramah, audio visual
tentang pengalaman kehidupan rumah tangga; (3) Katekisasi pranikah berimplikasi bagi Pasangan suami istri (pasutri) untuk memahami makna keluarga Kristen dan berujung kepada keutuhan rumah tangga. Rumah tangga yang kokoh dapat mempengaruhi eksisitensi pertumbuhan gereja, serta katekisasi pranikah mengurangi keretakan rumah tangga yang
membuat masyarakat merasa aman dan damai.
ABSTRACT
Yuli Manda, compiled by Thesis title: Implementation and
Implications for Toraja Church catechism premarital christian family
formation in klasis Sillanan environmental Toraja Church.
This topic starts on the problem of domestic life that the joumey
will not always run without any problems therein. In other words that
wedding trip is inseparable from the problems that arise even sometimes
unpredictable. The problems that arise in families classified in two broad
categories. First, the problems are normal in the life cycle of the family is
marriage, parenting, separation from children who are married to God
calling them. Second, the problems arising from outside the family such as
societal pressures, and changes in social, political, economic and cultural.
But today catechesis premarital regarded as a formality only, only as a
requirement to be married in church. Church seriously lacking in providing
catechism premarital for candidates for Christian couples. Therefore, the
problem to be studied is how the implementation of the Toraja Church
premarital on the scope of the Toraja Church of Klasis Sillanan as well as
the implication of premarital in forming a Christian family in the Toraja
Church of Klasis Sillanan. This study is based on the theories of experts about the nature of Christian marriage, the biblical basis of Christian marriage, the nature of catechesis premarital, foundation, contents and process of catechism
premarital. In order to obtain accurate data, the method used in the study is a
qualitative method. Informants consisted of pastors, elders, deacons and
the congregation in klasis Sillanan environment. The results of in-depth
interviews