Abstract :
Injil Markus 9:14-29 merupakan salah satu bagian kitab Injil yang
membahas tentang kerasukan setan dan merupakan pelayanan pokok Yesus,.
Namun pada zaman sekarang, hanya beberapa denominasi gereja saja yang
melakukan pelayanan pengusiran setan. Seperti dalam lingkup Gereja Toraja yang seolah-olah tidak memberi perhatian pada kasus kerasukan, sementara dalam salah satu buku terbitan Gereja Toraja yaitu "kuasa-kuasa gaib dan roh-roh jahat", menegaskan pentingnya pelayanan kepada orang kerasukan. Hal inilah yang menjadi titik tolak penulis mengkaji teks Markus 9:14-29, untuk melihat pemaknaan tentang pelayanan pengusiran setan menggunakan hermeneutik Paul Ricouer dan menemukan relevansinya dalam tata pelayanan Gereja Toraja. Melalui kajian ini penulis memperoleh bahwa, pelayanan pengusiran roh jahat yang dilakukan Yesus merupakan pembebasan dari penderitaan yang merupakan suatu tanda kehadiran kerajaan Allah dalam dunia. Oleh karena itu hal ini sangat relevan dalam tata pelayanan Gereja Toraja agar dapat melakukan pelayanan terhadap kasus kerasukan setan yang terjadi dalam lingkup pelayanan Gereja Toraja. Kata Kunci: Pengusiran Setan, Penderitaan, Kerajaan Allah, Injil, Iman. ABSTRACT
The Gospel of Mark 9:14-29 is one part of the Gospels that discusses demon
possession and is the main ministry of Jesus. But now, only afew church denominations perform exorcism Services. As in the Toraja Church which seems not to pay attention to the case of possession, while in one of the books published by the Toraja Church, "occult powers and evil spirits", emphasizes the importance ofseruice to the possessed. This is the starting pointfor the author to examine the text ofMark 9:14-29, to see the meaning of the exorcism ministry using Paul Ricouer's hermeneutics and to find its relevance in the
Toraja Church's ministry. Through this study, the author found that the ministry of
exorcism carried out by Jesus was liberatwn from suffering which is a sign of the presence of the kingdom of God in the world. Therefore, this is very relevani in the Service of the Toraja Church so that it can prauide seruices to cases of demonic possession that occur within the scope of the Toraja Church's Service.
Keywords: Exorcism, suffering, kingdom ofGod, gospel, faith