Abstract :
SENIANTI PADDA?. Kurikulum Rambu Solo' Rapasan Sundun,
Sebuah Kajian Edukasi Teologis terhadap Rambu Solo'Rapasan Sundun di
Tikala. Dibimbing oleh Dr. Abraham S. Tanggulungan, M.Th. dan Dr.
Ismail Banne Ringgi?, M.Th. Penelitian ini bertolak dari masalah kaburnya nilai-nilai dalam pelaksanaan rambu solo' rapasan sundun dan bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai edukasi dan menyusunnya sebagai sebuah
bentuk pengembangan kurikulum PAK kontekstual yang memuat
komponen: tujuan, isi dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai analisa sosiologis yang mencakup: fenomena dan etnografi dengan langkah-langkah: memahami setiap ritus dan simbol-simbol dalam paham otentik aluk, mengungkapkan nilai-nilai edukasi yang terkandung di dalamnya, dan selanjutnya merefleksikan nilai-nilai tersebut sebagai pendidikan Kristiani. Data dalam penelitian ini diperoleh baik di dalam wilayah Tikala maupun di luar Tikala, yakni daerah yang mempunyai hubungan historis dan adat dengan Tikala. Teknik utama pengumpulan data adalah indepth intervieuw dengan 12 informan pokok dan empat informan kunci. Selain itu, juga dengan pengamatan langsung di beberapa rambu' solo' rapasan sundun di Tikala. Hasil penelitian menemukan ada nilai-nilai edukasi dalam paham otentik aluk rambu solo' rapasan sundun, yakni: nilai religius, nilai filosofis, nilai psikologis, dan nilai sosial budaya yang dapat disusun sebagai sebuah bentuk pengembangan kurikulum PAK kontekstual.
Kurikulum rambu solo' rapasan sundun: a. Dikembangkan berdasarkan visi dan misi Gereja (Toraja) sebagai acuan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator capaiannya. b. Mengakomodasi ketiga arah orientasi pengembangan kurikulum: Sebagai yang berorientasi disiplin ilmu, ia berpusat pada pengetahuan teologis (Kristen) berbasis kearifan lokal Toraja; sebagai yang berorientasi masyarakat, ia harus perpihak pada pelestarian nilai-nilai luhur budaya masyarakat Toraja; dan sebagai yang berorientasi pada peserta didik, ia harus mempertimbangkan tingkat kematangan dan suasana kebatinan para peserta upacara ARS. c. Mengindahkan prinsip relevansif, fleksibel, kontinuitas, efisien dan efektif.