Abstract :
Efektifitas merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan atau
sasaran yang telah ditentukan dalam setiap organiasi, kegiatan ataupun
program. Sedangkan layanan konseling individual adalah layanan bimbingan
dan konseling yang memungkinkan klien mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanyaSementara seks bebas merupakan perilaku seksual yang dilakukan diluar nikah dan perilaku seksual yang tidak aman dan akan membawa dampak negative pada setiap pelakunya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena semua data akan dianalisis dengan kata-kata secara empiris dan sistematik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Melalui analisis hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1)
minimnya pemahaman tentang seksualitas dikarenakan belum adanya program khusus yang berhubungan langsung dengan pendidikan seksualitas namun masih terintegrasi dengan program-program lainnya sehingga efek buruk daripada seks bebas tidak tersosialisasi dengan baik, (2) kurangnya pendekatan atau pendampingan kepada remaja diseputaran seksualitas karena program tentang pendidikan seks masih terintegrasi dalam mata pelajaran, (3), penangan kepada murid yang terlibat dalam seks bebas dilakukan dengan layanan konseling individual agar murid lebih terbuka dalam mengungkapkan masalahnya kemudian guru bimbingan dan konseling berkolaborasi bersama dengan orang tua dalam pembinaan. Berdasarkan hal itulah maka efektifitas pendampingan kepada murid yang melakukan free seks belum optimal dilakukan karena belum adanya program khusus tentang sosialisasi seks bebas.
Effectiveness is a key element to achieve the goals or targets that
have been determined in every organization, activity or program. While
individual counseling Services are guidance and counseling Services that
allow clients to get direct face-to-face Services with counselors in the
context of discussing and alleviating personal problems they suffer. every
culprit.
This study uses a qualitative descriptive approach because all data
will be analyzed in words empirically and systematically. Data collection
techniques used are observation and interviews.
Through an analysis of the results of the study, it was concluded
that (1) the lack of understanding about sexuality was due to the absence
of a special program that was directly related to sexuality education but
was still integrated with other programs so that the adverse effects of free
sex were not socialized properly, (2) lack of approach or assistance to
adolescents around sexuality because programs on sex education are still
integrated into subjects, (3), handlers for students who are involved in free
sex are carried out with individual counseling Services so that students are
more open in expressing their problems then guidance and counseling
teachers collaborate with parents in construction. Based on this, the
effectiveness of mentoring students who practice free sex is not yet
optimal because there is no special program about socializing free sex.