Abstract :
Pernikahan kedua dalam pandangan Calvinisme Gereja Toraja
merupakan judul tesis yang dipilih oleh penulis. Berdasarkan latar belakang
permasalahan dan fokus masalah dalam penelitian ini maka ada tiga rumusan
masalah yaitu: Bagaimana pandangan Calvin dan Calvinisme tentang perceraian
? Bagaimana pandangan Calvin dan Gereja Calvinis tentang pernikahan kedua?
Bagaimana solusi dari kasus perceraian dan pernikahan kedua?
Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu Berdasarkan rumusan masalah
maka adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mendeskripsikan
pandangan Calvin dan Calvinisme tentang perceraian, pandangan Calvin dan
Gereja Calvinis tentang pernikahan kedua serta untuk mendapatkan solusi dari
kasus perceraian dan pernikahan kedua.
Pernikahan kedua adalah pernikahan yang terjadi setelah cerai hidup.
Calvin menegaskan bahwa pernikahan adalah sebuah institusi yang
diselenggarakan oleh dan Allah berkenan tehadap pernikahan. Penulis memilih
judul ini karena berangkat dari kasus yang penulis temukan banyak terjadi di
lingkungan Gereja Toraja.
Calvin tidak setuju terhadap adanya perceraian Allah pun demikan. Hal
ini diungkapkan Allah dalam Markus 10:9 bahwa apa yang telah dipersatukan
Allah, tidak boleh diceraikan manusa. Calvin mengatakan bahwa walaupun
Allah tidak menghakimi mereka yang bercerai atas alasan yang mendasar dan
sesuai hukum yang berlaku, namun Allah bermaksud supaya pernikahan tidak
diganggu gugat. Gereja Toraja juga tidak pernah mengizinkan adanya
perceraian, jika terjadi pernikahan kedua maka itu adalah puncak dari
pertobatan yang dilakukakan seseorang yang telah gagal dalam pernikahan
sebelumnya,
Tesis ini berfokus pada pandangan Calvin dan Calvinisme Gereja Toraja
dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan penelitian maka
hasilnya ialah Allah menetapkan pernikahan sesuai amanatnya kepada manusia,
tidak ada perceraian, pernikahan kedua adalah puncak dari penyelidikan,
pendampingan dan pengampunan dengan dasar kasih, Yesus adalah Kasih dan
hendaknya Yesus yang diteladani oleh manusia. Peluang yang diberikan UU
pernikahan tentang Hak gereja untuk mengesahkan pernikahan maka hendaklah
jadi peluang untuk gereja mengesahkan pernikahan dan perceraian. Pernikahan
kedua tidak terjadi jika tidak ada perceraian maka gereja harus menjalin kerja
sama dengan negara agar negara tidak mengeluarkan surat cerai karena
gerejalah yang berhak mengesahkan pernikahan. Gereja harus hadir ditengah-
tengah jemaat melakukan kebenaran sesuai kehendak Allah dan gereja harus
menjaga kedamaian dan senantiasa menghadirkan damai sejahtera bagi semua.
ABSTRACT
The second marriage in the view ofthe Toraja Church's Calvinism is the title
ofthe thesis chosen by the author. Based on the background ofthe problem and the focus of the problem in this study, there are three formulations of the problem, namely: How do Calvin and Calvinism view divorce? How do Calvin and the Calvinist Church view second marriage? What is the solution for divorce cases and second marriages? The purpose ofwriting this scientific paper is based on the Jbrmulation of the problem, the purpose of this study is to describe the views of Calvin and Calvinism on divorce, the views of Calvin and the Calvinist Church on second marriages and tofind Solutions to cases of divorce and second marriages. A second marriage is a marriage that occurs after a divorce. Calvin asserts that marriage is an institution instituted by and God favors marriage. The author chooses this title because it departs from cases that the author finds a lot happening in the Toraja Church environment.
Calvin did not agree with God's divorce either. This is revealed by God in
Mark 10:9 that zvhat God has joined together, man should not separate. Calvin
said that although God does not judge those who are divorced on basic grounds
and according to applicable law, God intendsfor the marriage to be inviolable. The Toraja Church also never allows divorce, if there is a second marriage then it is the culmination of the repentance of someone who has failed in a previous
marriage, This thesis focuses on the views of Calvin and the Toraja Church's Calvinism by using qualitative research methods. Based on the research, the result is that God established marriage according to his mandate to humans, there is no divorce, the second marriage is the culmination of investigation, assistance and forgiveness on the basis of love, Jesus is Love and Jesus should be imitated by humans. The opportunity given by the marriage law on the Church's right to legalize marriage should be an opportunity for the church to legalize marriage and divorce. The second marriage does not occur if there is no divorce, the church niust cooperate with the state so that the State does not issue divorce papers because the church has the right to ratify the marriage. The church rnust be present in the midst of the congregation to practice the truth according to God's wi