Abstract :
Masa golden age adalah masa emas pada anak di awal kehidupannya
yaitu pada usia 0-6 tahun. Fase ini sangat penting diperhatikan oleh orang tua karena pada usia ini merupakan pondasi pembentukan karakter manusia karena 80% kapabilitas kecerdasan otak anak terbentuk pada usia ini. Hasil riset membuktikan bahwa meninabobokkan anak sebelum tidur adalah salah satu tehnik yang sangat bermanfaat memicu perkembangan karakter dalam
pengembangan kecerdasan anak masa golden age. Dalam hal meninabobokkan anak, masyarakat Toraja ternyata memiliki warisan budaya meninabobokkan anak yang dinamakan manglolloan/manglellenan yang dalam syairnya mengandung nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat untuk pembentukan karakter anak yang cakap. Walaupun dengan segudang manfaat yang terkandung raanglollonan/manglellenan ini mulai tergerus dan nyaris dilupakan seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini kemudian menjadi pemikiran dan pertimbangan penulis untuk menganalisis kembali manglolloan/manglellenan sebagai pendidikan kararakter anak masa golden age di kelurahan Nonongan, kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara.
Dalam merampung penulisan ini, metodologi yang digunakan oleh
penulis adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan teknik pengolahan data melalui reduksi data, display data dan analisis. Penelitian lapangan dilakukan di kelurahan Nonongan, kecamatan Sopai, kabupaten Toraja Utara.
Dari hasil penelitian membuktikan bahwa tenyata manglolloaan/
manglellenan mengandung nilai-nilai kehidupan dalam pengembangan
pendidikan agama Kristen pada anak serta manglolloaan/ manglellenan terbukti berdampak terhadap pembentukan karakter yang baik bagi anak.
Melihat hal tersebut maka kampus, gereja, pemerintah, masyarakat
seharusnya memiliki sebuah upaya dalam melestarikan warisan budaya seni
sastra manglolloan/manglellenan yang memiliki segudang manfaat bagi generasi emas Toraja. Kata kunci: manglolloan, karakter, golden age.