Abstract :
Yosep Saban, 130200012. Korelasi Kompetensi Gembala Berdasarkan Surat-
Surat Pastoral dengan Kinerjanya sebagai Pendidik dalam Jemaat di Gereja
Pantekosta di Indonesia (GPdl) Daerah Tana Toraja. Dibimbing oleh Dr. Maidiantius Tanyid, M.Th. dan Dr. Joni Tapingku, M.Th.
Kinerja gembala sidang jemaat sebagai pendidik dalam sebuah jemaat
dibangun melalui penguasaan berbagai kompetensi. Alkitab menjadi landasan
informasi bentuk-bentuk kompetensi yang harus dimiliki seorang gembala. Khusus dalam Surat 1, 2 Timotius dan Surat Titus yang sering disebut sebagai surat-surat pastoral menyajikan bentuk kompetensi gembala jemaat. Dari perspektif gembala sebagai pendidik dalam jemaat, terdapat beberapa kompetensi yang penting antara lain: kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis
korelasi antara kompetensi gembala berdasarkan surat-surat pastoral dengan
kinerjanya sebagai pendidik dalam jemaat di Gereja Pantekosta di Indonesia daerah Tana Toraja. Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian kuantitatif.
Dari hasil pengujian hipotesis yang menggunakan program SPSS for Windows
Version 20, atas empat variabel bebas secara simultan yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial dengan variabel terikat yaitu kinerja gembala sebagai pendidik dalam jemaat terbukti mempunyai koefisien korelasi yang sangat kuat dan signifikan. Besarnya koefisien korelasi tersebut adalah 0,813. Demikian juga besarnya kontribusi atau sumbangan secara simultan variabel kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial gembala terhadap kinerjanya sebagai pendidik dalam jemaat adalah 66,1%. 33,9% ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar variabel penelitian ini.
Selanjutnya, diketahui bahwa setiap variabel bebas memiliki korelasi yang
signifikan dengan variabel terikat. Koefisien korelasi variabel kompetensi
kepribadian dengan kinerja gembala adalah 0,545. Koefisien korelasi variabel
kompetensi pedagogik adalah 0,784. Koefisien korelasi variabel kompetensi
profesional adalah 0,585. Koefisien korelasi variabel kompetensi sosial memiliki
nilai 0,472. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel kompetensi
gembala yang paling kuat hubungannya terhadap kinerja gembala sebagai pendidik dalam jemaat di GPdl daerah Tana Toraja adalah variabel kompetensi pedagogik yakni sebesar 0,784. Sesuai dengan output tabel 4.28 model Anova, terlihat bahwa Fhitung>Ftabei = 111,800>3,978 dengan tingkat signifikansi 0,0000,05, menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik dapat dipakai untuk memprediksi kinerja gembala
sebagai pendidik dalam jemaat di GPdl daerah Tana Toraja. Tabel 4.29 Coefficients menunjukkan konstanta sebesar 20,823 yang menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel kompetensi pedagogik, maka nilai kineija gembala sebagai pendidik dalam jemaat di GPdl daerah Tana Toraja adalah 20,823. Demikian juga perbandingan thitung dengan ttabei,. Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung > ttabei (7,729>1,667), dengan nilai probabilitas = 0,000 jauh di bawah 0,05 menunjukkan bahwa koefisien regresi signifikan atau kompetensi pedagogik benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap kineija gembala sebagai pendidik dalam jemaat di GPdl daerah Tana Toraja.
Oleh sebab itu, peneliti memberikan rekomendasi: setiap gembala di Gereja
Pantekosta di Indonesia Daerah Tana Toraja perlu memandang dan mengelola gereja seperti layaknya sebuah pendidikan; sudah waktunya setiap gembala meningkatkan kompetensinya secara khusus pada kompetensi pedagogik; Pimpinan Gereja Pantekosta di Indonesia perlu memfasilitasi dan mengembangkan peningkatan pendidikan dan pelatihan secara berkala sehingga ada kesetaraan kompetensi setiap
gembala jemaat; pengelola sekolah pelayanan secara internal dalam lingkup Gereja Pantekosta di Indonesia perlu menambah jurusan atau mata kuliah pendidikan gereja pada jurusan teologi.