Abstract :
Pengaruh kemajuan globalisasi membuat rasa kekeluargaan mulai
luntur, di mana berbagai sektor menekankan keberhasilan untuk dapat
bersaing dalam mempertahankan hidup sehingga dua hal utama yang
mulai luntur adalah rasa kekeluargaan dan sikap keramahtamahan.
Dampak kemajuan globalisasi adalah adanya gaya hidup individualistik
dan konsumtif. Hal ini terlihat dari pola hidup yang di praktekan
misalnya ketika ada suatu persekutuan atau pertemuan yang melibatkan
tamu dan penerima tamu untuk saling berkomunikasih terlihat bahwa
setiap individu sibuk dengan urasannya sendiri, menerima tamu dengan
memperhatikan orang-orang yang datang atau tergantung siapa tamunya.
Jika tamu yang datang adalah orang yang memiliki strata tinggi baik
secara status sosial, ekonomi maka tuan rumah menyambut dengan
berbagai persiapan yang matang dalam mempersiapkan segala
sesuatunya. Sehingga hal ini memunculkan persepsi bahwa dalam
menerima tamu orang bersikap baik dan ramah karena adanya motivasi
menerima balasan atau mendapatkan sesuatu dari hal yang dilakukan.
Hal iniberdampak bagi kehidupan bermasyarakat dan bergereja. Orang
Kristen cenderung memisahkan iman dengan realita kehidupan. Padahal
diketahui bersama bahwa dalam kekristenan diajarkan tentang iman dan
perbuatan dalam kehidupan tidak bisa dipisahkan. Sementara jika
ditinjauh dari dari tradisi rna'toratu maka ditemukan adanya tindakan
jalinan kasih, rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang dapat ditarik
implikasinya.Praktek hidup beriman lewat kasih kepada sesama maupun
kepada Tuhan. Seperti tindakan dalam Kitab 2 Raja-raja 4:8-13 yang
menggambarkan seorang perempuan Sunem tidak hanya memandang
Elisa sebagai orang biasa tetapi sebagai nabi Tuhan. Keramahtamahannya
terhadap Elisa juga merupakan sikap hormat dan tunduk kepada Allah.
Tujuan dari peniltian ini adalah untuk meneliti teks 2 Raja-raja 4:8-
13 dalam perspektif budaya rna'toratu dan bagaimana implikasinya bagi
Warga Gereja Toraja Jemaat Pniel Rattelapa Klasis Malimbong dalam
menciptakan suasana kekeluargaan dan kehormanisan dalam
bermasyarakat dan bergereja. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan hermeneutis post-modem yaitu model
reader's response criticism. Dalam hal ini untuk mencari makna dari teks 2
Raja-raja 4:8-13 penulis akan menggunakan teori pendekatan Stanley Fish
yaitu teori sosial/kultural yang mengasumsikan bahwa makna yang
dihasilkan oleh pembaca biasanya dipengaruhi oleh konteks sosial dari
pembaca tersebut. Serta menggunakan pendekatan budaya. Teknik
pengumpulan data adalah melalui studi kepustakaan dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan budaya ma?toratu menunjukkan
adanya ikatan kekeluargaan yang kuat, sikap yang saling menghargai dan
mendahului dalam memberi salam atau menyapa orang lain.Kebudayaan
ma'toratu dipahami sebagai tindakan yang mendatangkan berkat dalam
kehidupan jangka panjang. Dampak negatif dari ma'toratu adalah
cenderung Jemaat imannya mendua jika perbuatannya ditujuhkan kepada
arwah-arwah nenek moyang dan diyakini sebagai pemberi berkat. Oleh
karena itu ma'toratu perluh didialogkan dengan Alkitab agar terjadi
perubahan cara memaknai ma'toratu.
Kata-kata Kunci
2 Raja-raja 4:8-13, Ma'toratu, Makna, keramahtamahan.
ABSTRACT
The influence of the progress of globalization has made the sense of
kinship begin to fade, where various sectors emphasize success in being
able to compete in maintaining life so that the two main things that begin
to fade are a sense of kinship and an attitude of hospitality. The impact of
the progress of globalization is the existence of an individualistic and
consumptive lifestyle. This can be seen from the lifestyle that is practiced,
for example when there is a fellowship or meeting involving guests and
receptionists to communicate with each other, it is seen that each
individual is busy with his own affairs, receiving guests by paying
attention to the people who come or depending on who the guests are. If
the guests who come are people who have a high both in social status,
economy, the host welcomes with a variety of careful preparations in
preparing everything. So this raises the perception that in receiving guests
people are kind and friendly because of the motivation to receive a reply
or get something from the things they do. This has an impact on
community and church life. Christians tend to separate faith from the
realities of life. Though it is known together that in Christianity taught
about faith and deeds in life cannot be separated. Meanwhile, if viewed
from the ma'toratu tradition, it is found that there are acts of love, a sense
of kinship and togethemess that can be drawn from the implications. The
practice of living a life of faith through love for others and for God. Like
the action in 2 Kings 4: 8-13 which describes a Shunemite woman not only
seeing Elisha as an ordinary person but as a prophet of God. His
hospitality towards Elisha was als