Abstract :
Manusia, seluruh mahluk, dan tumbuh-tumbuhan memerlukan air sebagai
sumber kehidupan, penyegar dan penyejuk bahkan membawa kedamaian.
INamun pada umumnya di lingkungan Pa'tinnoran air sudah tercemar akibat
ttindakan manusia sendiri. Tujuan penulisan ini adalah menemukan kembali
jpanggilan manusia sebagai umat Allah dalam memandang dan memperlakukan alam ini,sebagai bagian dari hidupnya dengan berpusat pada Allah di dalam ''Yesus Kristus yang datang untuk menyalamatkan seluruh ciptaan, Metode yang jpenulis gunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif (deskriptif dengan bantuan studi lapangan dan kepustakaan. Studi lapangan imelalui wawancara kepada informan dan studi kepustakaan dengan rmenggunakan perspektif Teosentrisme yang menekankan bahwa alam atau llingkungan adalah sama-sama ciptaan yang perlu diselamatkan. Hasil penelitian imengatakan bahwa penyebab pencemaran lingkungan adalah :(1) adanya Ikekeliruan dalam memahami lingkungan bukan bagian dari iman Kristen; (2) CGaya hidup yang tidak ramah lingkungan; (3) kurangnya pendampingan eko-jpastoral mengenai lingkungan khususnya air. Sebab itu, perlu respons teologis luntuk menjawab masalah Eko- Pastoral menuju keutuhan ciptaan. Kata Kunci: Air, Teosentris dan Eko-Pastoral.
ABSTRACT
Humans, all creatures and plants need water as a source of life,
refreshing and cooling and even bringing peace. However, in general, in the
Pa'tinnoran environment, the water is polluted due to human actions. The
purpose of this writing is to rediscover humanity?s vocation as God?s people in viewing and treating nature, as part of their life, centered on God in Jesus Christ who came to save all of creation. The method the author uses to achieve this goal is a descriptive qualitative method with assistance with field studies and literature. Field studies through interviews with informants and literature studies using a Theocentrism perspective which emphasizes that nature or the environment is both a creation that needs to be saved. The research results show that the causes of environmental pollution are: (1) a mistake in understanding the environment is not part of the Christian faith; (2) Lifestyle that is not environmentally friendly; (3) gathering eco-pastoral assistance regarding the environment, especially air. Therefore, there is a need for a theological response to answer the Eco-Pastoral problem towards the integrity of creation.Keywords: Water, Theocentric and Eco-Pastoral.