Abstract :
Penulis membahas topik ini karena Kepemimpinan merupakan fenomena yang bersifat universal. Dalam setiap zaman, dan di pelbagai sektor peradaban manusia, pemimpin merupakan salah satu objek yang selalu manjadi sorotan karena dianggap sebagai faktor yang sangat sentral dalam menentukan kelangsungan eksistensi suatu komunitas masyarakat.
Adapun yang menjadi fokus masalah dalam kajian ini secara lebih spesifik
dimaksudkan untuk mencari titik temu antara perjumpaan kepemimpinan gereja, khususnya Gereja Toraja dengan kepemimpinan tradisional di Toraja dengan mengambil tongkonan ke?te? kesu? sebagai lokasi penelitian.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif, yaitu pendekatan yang berusaha memahami proses kesejarahan dan makna yang ada di balik kepemimpinan tradisional di ke?te? kesu? dan kepemimpinan Gereja Toraja. Karena sasaran utama dari penelitian ini adalah kepemimpinan dan untuk mendapatkan
pemahaman di balik realitas konkret yang teramati secara langsung, maka menurut penulis, adalah tepat jika metode yang digunakan adalah metodologi penelitian kualitatif. Melalui metode penilitian kualitatif ini, realitas dipahami dan disikapi sebagai gejala yang sifatnya tidak statis dan memiliki pertalian hubungan dengan masa lalu, masa sekarang dan yang akan
datang. Oleh karena itu, pemahaman atas suatu realitas selain bersifat relatif juga bersifat dinamis. Dari hasil penelitian ini, penulis tiba pada sebuah kesimpulan bahwa Baik sistim kepemimpinan tradisinal kaparengesan maupun kepemimpinan Gereja Toraja, keduanya
memiliki kemiripan dalam hal pencapaian tujuannya. Misi kepemimpinan tradisional kaparengesan adalah menciptakan masyarakat yang harmoni (karapasan), sementara misi Gereja Toraja adalah menjadi alat di dalam dunia bagi terwujudnya damai sejahtera dari Allah. Gereja Toraja harus mampu merumuskan sistim kepemimpinanannya dengan memanfaatkan kearifan lokal tersebut di satu sisi, dan di sisi yang lain Gereja Toraja harus
tetap menjadikan hidup dan keteladanan Kristus sebagai sumber dan dasar pelayanan bagi fungsi kepemimpinannya.
Key word:Kepemimpinan, Gereja, dan Kaparengngesan.