Abstract :
Krisis lingkungan dewasa ini menjadi masalah global yang perlu
diperhatikan oleh berbagai pihak tak terkecuali gereja. Sebagai imago Dei
seharusnya manusia menjaga dan memelihara bumi sesuai dengan
maksud Allah. Namun kenyataannya manusia malah memanfaatkannya
serta mengeksploitasi alam demi keuntungan sendiri. Paradigma yang
keliru mengenai lingkungan dimana manusia merasa lebih superior dari
ciptaan yang lain sehingga menimbulkan tindakan ekploitasi alam dengan
tidak terkendali perlu diluruskan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang konsep Sang Liyan
dalam gagasan pemikiran Emmanuel Levinas dan implikasinya dalam
upaya mengatasi krisis ekologi. Hasilnya penulis menawarkan paradigma
baru yakni lingkungan sebagai sang liyan. Lingkungan sebagai sang liyan
mengajak setiap orang untuk memandang lingkungan sebagai sesamanya
yang hadir dengan keunikannya sendiri. Dengan demikian kehadirannya
mendorong kita untuk bertanggung jawab atas keselamatan dan
pelestarian lingkungan, bukan sebaliknya menjadi tuan atas lingkungan.
Gereja menjadi bagian dalam pelestarian lingkungan, hal ini
dinampakkan dalam tindakan nyata dengan aktif menyuarakan pola
hidup yang ramah lingkungan dan berspiritualitas ugahari. Oleh karena
itu tulisan ini bertujuan untuk memahami gagasan konsep pemikiran
Emmanuel Levinas tentang Sang Liyan dan implikasinya dalam upaya
pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis
metode penelitian library research (study kepustakaan). Pendekatan yang
digunakan adalah fenomenologi eksistensialisme.
ABSTRACK
Today's environmental crisis is a global problem that needs to be paid
attention to by various parties, including the church. As imago Dei, humans
should guard and care for the earth according to God's purposes. But in reality,
humans actually use it and exploit nature for their own benefit. The wrong
paradigm regarding the environment, where humans feel superior to other
creations, giving rise to uncontrolled exploitation of nature, needs to be
straightened out.
This research aims to examine the concept of the Other in the ideas of
Emmanuel Levinas and its application in efforts to overcome the ecological crisis. As a result, the author offers a new paradigm, namely the environment as the other. The environment as the other invites everyone to view the environment as a neighbor who comes with his own uniqueness. Its presence encourages us to be responsible for the safety and preservation of the environment, rather than being masters ofthe environment. The church is part of environmental conservation; this is shown in concrete actions by actively voicing an environmentally friendly lifestyle and religious spirituality. Therefore, this article aims to understand the ideas of Emmanuel Levinas's concept of the Other and convince him in his efforts to preserve the environment. The research method used in this research is qualitative research using a type of library research method (library study). The approach used is existentialist phenomenology.