DETAIL DOCUMENT
Analisis Pelaksanaan Perkawinan Massal Berdasarkan Teori Tindakan Sosial Max Weber sebuah Studi Kasus di Desa Limba Debata
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Lestari, Indah
Subject
HN Social history and conditions. Social problems. Social reform 
Datestamp
2025-02-19 13:34:57 
Abstract :
Perkawinan massal di Desa Limba Debata merupakan perkawinan yang dilakukan secara bersamaan oleh beberapa pasang pengantin (waktu tertentu) sebagaimana ditetapkan berdasarkan tradisi setempat dan biasanya dilaksanakan 2 sampai beberapa pasang dalam waktu yang sama. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan perkawinan massal di Desa Limba Debata ditinjau dari teori tindakan sosial Max Weber. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan, wawancara, observasi dan dalam menganalisis penulis mereduksi data, mendisplay data dan menguji keabsahan data. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa perkawinan massal yang dilakukan di Desa Limba Debata sudah menjadi turun temurun, meringankan beban secara finansial dan kebersamaan yang didalamnya ada unsur nilai, instrumen, dan tradisional. Kata kunci : Perkawinan massal, Max Weber, tindakan sosial. ABSTRACT Mass marriage in Limba Debata Village is a marriage that is carried out simultaneously by several pairs of brides and grooms (at a certain time) as determined by local tradition and is usually carried out by 2 to several pairs at the same time. This writing aims to analyze how the implementation of mass marriage in Limba Debata Village is reviewed from Max Weber's social action theory. In this study, the author uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used are literature studies, interviews, observations and in analyzing the author reduces data, displays data and tests the validity of the data. The results of the study conducted by the author indicate that mass marriages carried out in Limba Debata Village have become hereditary, lightening the financial burden and togetherness in which there are elements of value, instruments, and tradition. Keywords: Max Weber, social action, mass marriage. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA