Abstract :
Kebahagiaan merupakan aktivitas-aktivitas yang bersifat manusiawi
menjalankan pemikiran dan kebenaran sebagai keutamaansecara intelektual dan
moralmengaktualisasikan potensi. Secara individual, kebahagiaan, ditentukan oleh
perasaan ketersambungan dengan tujuan hidup dengan masyarakat secara spiritual
atau kebersandaran (transenden) manusia pada sesuatu yang bersifat ilahi dan
dengan segala sesuatu yang bermakna. Kebersandaran manusia sepenuhnya
terhadap Allah sebagai bentuk pribadi yang takut akan Tuhan dan gemar melakukan
segala perintah-Nya serta menerima sepenuhnya Yesus Kristus sebagai Juru
Selamat merupakan titik tertinggi secara spriritualitas iman Kristen mencapai
kebahagiaan. Dengan demikian semakin takut akan Tuhan dan melaksanakan segala
perintah Tuhan melalui Yesus Kristus, maka semakin berbahagia.
Dalam konteks, pendidikan Kristen di sekolah eksklusif SMA Kristen
Barana?,peserta didik yang tidak mampu beradaptasi untuk mengembangkan
potensi diri mengindikasikan peserta didik tersebut belum memiliki sikap takut
takut akan Tuhan sehingga kurang berbahagia. Hal tesebut menjadi titik tolak
pemikiran sebagai dasar penelitian secara kuantitatif dengan tujuan menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebahagiaan yang berimplikasi
pengembangan diri peserta didik SMA Kristen Barana.
Penelitian ini membuktikan bahwa takut akan Tuhan dan suka melakukan
perintah Allah karena menerima sepenuhnya Yesus Kristus sebagai Juru Slamat
memberikan pengaruh secara signifikan terhadap tingkat kebahagiaan sebesar
43,7%. Sedangkan implikasi kebahagiaan secara signifikan mempengaruhi
pengembangan diri peserta didik sebesar 34,2%. Dengan demikian, semakin
berbahagia, maka semakin mampu mengembangkan diri.
Dari hasil uji hipotesa terbukti bahwa terdapat pengaruh signifikan takut
akan Tuhan dan suka melakukan perintah Allah karena menerima sepenuhnya
Yesus Kristus sebagai Juru Slamat terhadap tingkat kebahagiaan yang
berimplikasi pengembangan diri peserta didik. Sekolah yang berlandaskan
pendidikan kekristenan sebagai proses pengarusutamaan nilai-nilai iman Kristen
seharusnya mendorong secara taktis peserta didik menjadi pelaku Firman Allah
pada tataran praksis bukan sekedar teoritis dan dogmatis dengan menerapkan pola
asuh kekristenan dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: Takut akan Tuhan, Berbahagia, Pengembangan Diri
ABSTRACT
Happiness is activities thal are human in nature to carry out thoughts and
truth as a virtue, intellectually and morally, actualizing polential. Individually,
happiness is determined by a feeling of conlinuity with the purpose of life with
society in a spiritual way or human reliance (transcendence) on something divine
and with everything that is meaningful. Human reliance entirely on God as a form
of person who fears God and likes to do all His commands and fully accepts desus
Christ as Savior is the highest point in the spirituality of Christian faith to achieve
happiness. Thus the more featful of God and carry out all God's commands
through desus Christ, the happier they are.
In the context of Christian education in the exclusive Barana Christian
high school, students who are unable to adapt to develop their potential indicate
that these students do not have the attitude of fearing God so they are less happy.
This becomes the starting point for thinking as a basis for quantitative research
with the aim of analyzing the factors that affect the level of happiness which have
implicalions for the self-development of Barana Christian High School students.
This study proves that fearing God and loving to do God's commands
because fully accepting desus Christ as Savior has a significant effect on the
happiness level of 43.7%. While the implications of happiness significantly affect
the self-development of students by 34.2%. Thus, the happier they are, the more
able to develop themselves in school activities. The results of the hypothesis test, it
were evident that there is a significant effect of fearing God and liking to do God's
commands because fully accepting desus Christ as Savior on the level of
happiness which has implications for the self-development of students. As a school
which is based on Christian education as a process of mainstreaming Christian
faith values, i t should be tactically encouraging students t o become doers of God's
Word at the practical level, not just theoretical and dogmatic by applying
Christian parenting in the learning process.
Keywords: Fear of God, Happiness, Self Development