DETAIL DOCUMENT
Analisis Sosiologi Dampak Membersihkan Kuburan Menurut Perspektif Aluk Todolo di Dusun Paun Kecamatan Simbuang
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Arruan, Esti
Subject
HN Social history and conditions. Social problems. Social reform 
Datestamp
2025-02-26 10:20:32 
Abstract :
Esti Arruan (2420207591), judul skripsi ?Analisis Sosiologis Dampak Membersihkan Kuburan Pada Saat Padi Sedang Tumbuh Menurut Perspektif Aluk Todolo Di Dusun Paun Kecamatan Simbuang?. Program studi Sosiologi Agama, Istitut Agama Kristen Negeri Toraja (IAKN) Toraja. Dibimbing oleh Yekhonya F.T. Timbang, S.Th, M.Si (Pembimbing I) dan Fajar Kelana. M.Th (Pembimbing II) Membersihkan kuburan dalam masyarakat Simbuang merupaka tradisi turun-temurun sebagai tanda penghormatan kepada luluhur. Membersihka kuburan dianggap sakral oleh masyarakat Simbuang dan tidak boleh dilakukan pada saat pada sedang tumbuh. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk menganalisi secara sosiologi damapak membersihkan kuburan pada saat padi sedang tumbuh menenurtu perspektif Aluk Todolo berdasarkan teori sakral dan profan menurut Durkheim dan Eliade. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif melalui wawancara dan studi pustakan dengan pendekatan deskriktif. Pengumpulan data perimer melalui wawancara dan data sekunder dengan literatur dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan teori sakral dan profan menurut Durkheim dan Eliade. Berdasarkan analisa data yang dilakukan diperoleh temuan bahwa membersihkan kuburan memiliki dampak positif karena dianggap sebagai penghormatan kepada leluhur, sedangkan dampak negatinya dapat merusak pertumbuhan padi. Kata kunci: Aluk Todolo, membersihkan kuburan, sakral, profan, masyarakat Simbuang. ABSTRACT Esti Arruan (2420207591), thesis title "Sociological Analysis of the Impact of Cleaning Graves When Rice is Growing According to the Perspective of Aluk Todolo in Paun Hamlet, Simbuang District". Sociology of Religion study program, Faculty of Theology and Christian Sociology, Toraja State Christian Institute (IAKN) Toraja. Supervised by Yekhonya F. T. Timbang, S.Th, M.Si (Supervisor I) and Fajar Kelana, M.Th (Supervisor II) Cleaning graves in the Simbuang community is a hereditary tradition as a sign of respect for ancestors. Cleaning graves is considered sacred by the Simbuang community and should not be done when rice is growing. The purpose of this study is to analyze the sociological impact of cleaning graves when rice is growing according to the Aluk Todolo perspective based on the sacred and profane theory according to Durkheim and Eliade. The research method used is a qualitative method through interviews and literature studies with a descriptive approach. Primary data collection through interviews and secondary data with literature from various sources related to this study. The data obtained were then analyzed using the sacred and profane theory according to Durkheim and Eliade. Based on the data analysis carried out, it was found that cleaning graves has a positive impact because it is considered a tribute to ancestors, while the negative impact can damage the growth of rice.Keywords: Aluk Todolo, cleaning graves, sacred, profane, Simbuang society. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA