Abstract :
Helli Barrang (2020196809) menulis skripsi dengan judul: Analisis Teo-
Sosiologis Disorganisasi Keluarga Dalam Tongkonan Ulu Tondok Dan
Dampaknya Bagi Persekutuan Di Gereja Toraja Jemaat Pengkaroan Manuk.
Disorganisasi merupakan kondisi lunturnya keterikatan dan pergeseran
nilai-nilai sosial serta adanya situasi dimana tugas dan kewajiban dalam
keluarga tidak berjalan sesuai fungsi, disebabkan adanya konflik atau masalah yang bermuarah pada kekacauan dan perpecahan. Tidak dapat dihindarkan bahwa disorganisasi seringkali terjadi dalam lingkup masyarakat termasuk di Tongkonan Ulu Tondok, Lembang Pengkaroan Manuk. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana disorganisasi keluarga dalam Tongkonan Ulu Tondok dan dampaknya bagi persekutuan di Gereja Toraja Jemaat Pengkaroan Manuk ditinjau dari perspektif teo-sosiologis. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan disorganisasi keluarga dalam Tongkonan Ulu Tondok dan dampaknya bagi persekutuan di Gereja Toraja Jemaat Pengkaroan Manuk ditinjau dari perspektif teo-sosiologis. Teori yang digunakan yaitu teori disorganisasi keluarga, tongkonan dan gereja sebagai persekutuan. Adapun metode penelitian yakni metode kualitatif pendekatan studi kasus. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa keluarga dalam Tongkonan Ulu Tondok mengalami disorganisasi karena kurangnya penghayatan akan makna tongkonan dan gereja, serta tidak melakukan fungsi-fungsi dalam keluarga dengan baik seperti fungsi keagamaan, ekonomi, perlindungan dan
fungsi cinta kasih. Disorganisasi keluarga di Tongkonan Ulu Tondok besar
dampaknya dimana hubungan dalam sebuah keluarga menjadi terpecah-belah dan tidak harmonis, dan hal itu dibawah kedalam kehidupan gereja di Jemaat pengkaroan Manuk yang membuat kehidupan dalam jemaat menjadi tidak rukun sehingga berdampak juga pada kegiatan-kegiatan gereja yang tidak berjalan dengan baik.
ABSTRACT
Helli Barrang (2020196809) wrote a thesis with the title: Theo-Sociological
Analysis of Family Disorganization in Tongkonan Ulu Tondok and Its Impact on Fellowship in the Toraja Church ofthe Pengkaroan Manuk Congregation.
Disorganization is a condition of dissolving attachment and a shift in social
values as well as situations where duties and obligations in the family do not work according to function, due to conflicts or problems that lead to chaos and division. It is unavoidable that disorganization often occurs within the community, including in Tongkonan Ulu Tondok, Lembang Pengkaroan Manuk. The formulation of the problem in this study is how family disorganization in Tongkonan Ulu Tondok and its impact on fellowship in the Toraja Church ofthe Pengkaroan Manuk Congregation is viewedfrom a
theo-sociological perspective. The purpose ofthis study is to describe family disorganization in Tongkonan Ulu Tondok and its impact on fellowship in the Toraja Church of the Pengkaroan Manuk Congregation front a theo-sociological perspective. The theory used is the theory of family
disorganization, tongkonan and the church as a community. The research method is a qualitative case study approach. The results of research in the field show thatfamilies in Tongkonan Ulu Tondok experience disorganization due to a lack of appreciation for the meaning of tongkonan and
the church, and do not carry out family functions properly such as religious, economic, protection and love functions. Family disorganization in Tongkonan Ulu Tondok has a big impact where relationships within a family become divided and disharmonious, and this is carried over into church life in the Pengkaroan Manuk Congregation which makes life in the congregation not harmonious so that it also has an impact on church activities
that are not goes well. Keywords: Disorganization, Family, Church, Fellowship, Tongkonan.