Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk membangun teologi lokal ?katongkonan? dalam perspektif Robert J. Schreiter di Lembang Pata?padang. Rampo tongkon atau katongkonan memiliki arti mengunjungi masyarakat yang mengalami dukacita. Tujuan penelitian ini adalah penulis ingin menjelaskan bagaimana membangun teologi lokal katongkonan dalam perspektif Robert J. Schreiter dan implementasinya bagi warga di Lembang Pata?padang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam katongkonan berkaitan dengan ajaran kekristenan dan sudah diterapkan dengan baik di Lembang Pata?padang. Namun, masyarakat di Lembang Pata?padang masih belum sepenuhnya menyadari perbedaan antara tradisi Aluk To Dolo dan ajaran Kekristenan.
Kata kunci: Katongkonan, Teologi Lokal, Robert J. Schreiter, Lembang Pata?padang.
ABSTRACT
This research aims to build a local theology of "katongkonan" in the perspective of Robert J. Schreiter in Lembang Pata'padang. Rampo tongkon or katongkonan means visiting people who are experiencing grief. The purpose of this research is that the author wants to explain how to build a local theology of katongkonan from the perspective of Robert J. Schreiter and its implementation for residents in Lembang Pata'padang.
This study uses a qualitative research method with an ethnographic approach. The types of data used are primary and secondary data. Data were collected by observation, interview, and literature study techniques.
The results of this study show that the values in katongkonan are related to Christian teachings and have been well applied in Lembang Pata'padang. However, the people in Lembang Pata'padang are still not fully aware of the difference between the Aluk To Dolo tradition and Christian teachings.
Keywords: Katongkonan, Local Theology, Robert J. Schreiter, Lembang Pata'padang.