Abstract :
Penulis menyusun skripsi ini dengan judul : tinjauan teologis simbol unnosok induk dalam upacara rambu solo? berdasarkan teori Frederick William Dilistone di lembang salu tapokko?. Penulis di bimbing oleh: Yekhonya Forethean Tangi Timbang, S.Th, M.Si ,selaku pembimbing I dan Admadi Balloara Dase, S.Th,.M.Hum, selaku pembimbing II.
Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk meninjau secara teologis terhadap simbol unnosok induk dalam upacara rambu solo? dengan menggunakan teori Frederick William Dilistone.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif.Sumber data diperoleh dari narasumber lokasi penelitian sebagai teknik pengumpulan data.Penelitian ini menemukan bahwa budaya Toraja sangat unik dengan tradisi dan adat yang digunakan, salah satu tradisi yang unik yaitu simbol-simbol yang penuh dengan makna teologis, digunakan dalam upacara rambu solo? dan simbol ini bisa dilihat di Lembang Salu Tapokko? Kecamatan Saluputti.
Kata Kunci : Budaya, Simbol, Unnosok Induk, Toraja,Tradisi.
ABSTRACT
The author prepared this thesis with the title: a theological review of the unnosok induk symbol in the Rambu Solo' ceremony based on the theory of Frederick William Dilistone in Lembang Salu Tapokko'. The author was supervised by: Yekhonya Forethean Tangi Timbang, S.Th, M.Si, as supervisor I and Admadi Balloara Dase, S.Th,.M.Hum, as supervisor II.
The aim of this research is to review theologically the unnosok main symbol in the Rambu Solo ceremony using Frederick William Dilistone's theory. The method used in this research is a qualitative research method. Data sources were obtained from research location sources as a data collection technique. This research found that Toraja culture is very unique with the traditions and customs used, one of the unique traditions is symbols full of theological meaning, used in the Rambu Solo' ceremony and these symbols can be seen in Lembang Salu Tapokko', Saluputti District.
Keywords:Culture, Symbols, Unnosok Induk, Toraja, Tradition.