DETAIL DOCUMENT
Model Antropologis Stephen B. Bevans: Analisis Nilai-Nilai Teologi dalam Praktik Mabakke’ Tondok di Desa Lembang Mesakada Kabupaten Pinrang
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Maroak, Lebrina
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2025-03-14 10:01:26 
Abstract :
Model Antropologis Stephen B. Bevans: Analisis Nilai-Nilai Teologi Dalam Praktik Mabakke? Tondok Di Desa Lembang Mesakada Kabupaten Pinrang, dibimbing oleh James Anderson Lola, M.Th selaku pembimbing dua dan Karnia Melda Baru Randan, M.Th. selaku pembimbing dua. Analisis ini didorong oleh pemahaman masyarakat di desa Lembang Mesakada mengenai ritual Mabakke? Tondok yang dipercaya dapat menyelamatkan kampung dari marabahaya yang akam masuk ke dalam kampung dan juga dapat membuat kehidupan masyarakat membaik dilihat dari tanamannya seperti kopi, coklat, jagung dan juga dari hewan peliharaan seperti kerbau, babi serta orang-orang yang di dalam kampung semakin bertambah dan berkembang. Rital Mabakke? Tondok adalah budaya yang berakar dalam msayarakat desa Lembang Mesakada. Dalam ritual ini ada nilai-nilai teologi yang di peroleh di dalamnya seperti pemeliharaan Allah atas ciptaan, nilai sakralitas, nilai kekeluargaan dan kebersamaan, dan nilai hubungan dengan Alam dan Transendensi. Dimana, dari nilai-nilai inilah ditemukan budaya lokal dapat menjadi tempat untuk mengungkapkan injil secara kontekstual. Teologi kontekstual model antropologi menewarkan pandangan merefleksikan iman kepada kristus ke dalam konteks budaya sehari-hari dan model antropologi dimana injil ditransformasikan masuk ke dalam budaya serta penekananya adanya relasi yang terjalan di antara manusia yang disebut sebagai kehadiran Allah di tengah budaya masyarakat. Kata kunci : Ritual Mabakke? Tondok, Kontekstual, Model Antropologi. ABSTRACT The Anthropological Model of Stephen B. Bevans: An Analysis of Theological Values in the Mabakke? Tondok Ritual in Lembang Mesakada Village, Pinrang Regency, supervised by James Anderson Lola, M.Th. as the first advisor and Karnia Melda Baru Randan, M.Th. as the second advisor. This analysis is driven by the understanding of the people in Lembang Mesakada Village regarding the Mabakke? Tondok ritual, which is believed to protect the village from impending disasters and improve the community?s life. The improvement can be seen through agricultural yields such as coffee, cocoa, and corn, as well as livestock like buffaloes and pigs. Furthermore, the ritual is believed to foster the growth and development of the community within the village. The Mabakke? Tondok ritual is a deeply rooted tradition in the Lembang Mesakada community. This ritual embodies theological values such as God?s providence over creation, sacredness, family and communal unity, as well as the relationship with nature and transcendence. These values demonstrate how local culture can serve as a medium to express the gospel in a contextual manner. The contextual theology of the anthropological maodel offers a perspective that reflects faith in Christ within the context of daily cultural life. It emphasizes how the gospel is transformed and integrated into culture while highlighting the relational aspect between humans, which is seen as God?s presence amidst the community's cultural practices. Keywords: Mabakke? Tondok Ritual, Contextual, Anthropological Model. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA