DETAIL DOCUMENT
Musikalisasi Mantra: Ritual Cowongan sebagai Ide Penciptaan Komposisi Karawitan
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Dwi Irawan, Yofan
Subject
Karawitan 
Datestamp
2022-02-28 02:30:19 
Abstract :
Banyumas memiliki tradisi ritual cowongan yang bertujuan untuk memohon kesuburan dan kesejahteraan kepada Dewi Sri. Ritual cowongan menggunakan mantra sebagai syarat yang mutlak dalam pelaksanaannya. Namun, seiring perkembangan zaman mantra mengalami diseksistensi, sehingga perlu merevitalisasi mantra menjadi model musikalisasi demi menjaga eksistensi mantra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian practice as research through performance yang melalui tahapan pra garap, garap dan pasca garap untuk mendapatkan data-data terbaik tentang karya seni yang akan diciptakan. Pertunjukan komposisi karawitan dengan judul Sirêng menggunakan mantra cowongan sebagai inspirasi dalam menciptakan karya seni. Berdasarkan hasil analisis pada mantra ritual cowongan ditemukan tiga unsur yaitu subjek, objek dan aktivitas. Ketiga unsur tersebut dikemas dan diimplementasikan ke dalam prosesi ritual cowongan yang merupakan alur karya komposisi Sirêng. Penambahan mantra dilakukan untuk melengkapi mantra yang sudah ada dan melengkapi alur karya. Mantra cowongan yang biasanya diucapkan secara sederhana dapat ditransformasikan menjadi musikalisasi mantra. Unsur-unsur musikal yang digunakan untuk mentransformasi mantra adalah tempo, melodi, birama, dinamika dan harmoni. Pengemasan mantra menjadi pertunjukan musik memiliki alur dan dramatik. Oleh sebab itu, mantra akan lebih mudah dinikmati dan dapat memenuhi selera masa kini. Kata Kunci : mantra, cowongan, reaktualisasi, komposisi, karawitan 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta