Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Meirizka Ariefayanti, Nindita
Subject
Disain Interior
Datestamp
2022-03-04 06:59:45
Abstract :
Sensory Motor School di Bandung merupakan sarana terapi sensorik dan motorik,
khusus untuk anak-anak usia dari bayi hingga remaja. Tempat ini memiliki banyak
ruangan yang dikhususkan untuk satu jenis terapi tertentu, setiap ruangan memiliki
perbedaan yang signifikan mulai dari warna dasar hingga alat khusus yang
dibutuhkan untuk terapi yang dilakukan di sana. Dengan melihat adanya
permasalahan desain dilapangan, proses yang digunakan untuk mencapai hasil
akhir yang diinginkan adalah proses Rosemary Kilmer dalam bukunya Designing
Interiors, dan melalui pendekatan psikologi. Respons terhadap ruang bergantung
pada cara individu mempersepsikan ruang. Rangsangan yang timbul akibat
perancangan ruang dipengaruhi oleh unsur-unsur pembentuk ruang dan unsur-unsur
pendukungnya yang terdiri dari bentuk ruang, warna, tekstur, material,
pencahayaan, akustik, dan lain-lain. Dengan kebutuhan anak ASD serta
keterbatasan kriteria desain yang dimiliki oleh UU PERMENKES RI, jurnal dan
wawancara dengan psikolog klinis, diharapkan desain yang dihasilkan memenuhi
kebutuhan anak ASD secara maksimal. Menggunakan Gaya Tema "Zen Minimalis"
yang menekankan ketenangan, penampilkan dekoratif yang relatif sederhana dan
menampilkan kepenuhan kesederhanaan. Perancangan ini menjadi sarana
menjembatani kebutuhan pengguna ruang yang ingin dicapai pengguna dan
kesembuhan pasien terapeutik yang maksimal di Sensory Motoric School Bandung.
Dengan ini diharapkan dapat memenuhi nilai estetika tanpa kehilangan keamanan
dan kenyamanan sebagai fokus utama Empathetic Design bagi penggunanya
Kata kunci: Perancangan Interior, Autisme, desain sensorik,.