Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Raden Aditya Saputra Nugraha, 1110410015
Subject
Etnomusikologi
Datestamp
2016-01-13 03:42:57
Abstract :
Bang jo merupakan sebuah komposisi musik etnis yang bersumber dari lampu atau tanda yang memiliki
makna dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Ide ini berkembang menjadi sebuah proses
perjalanan kehidupan seorang manusia. Simbol warna bang jo itu sendiri kemudian di maknai sebagai
proses perjalanan manusia. Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, manusia berusaha untuk
mengembangkan kehidupannya, serta selalu bergerak dinamis ke arah suatu tujuan yang diinginkannya.
Dalam prosesnya, manusia selalu mengalami banyak rintangan. Artinya perjalanan yang dihadapi oleh
manusia tidak semata-mata berjalan dengan mulus. Bang Jo dimaknai sebagai simbol warna hidup dan
selalu adanya kekontrasan dalam proses karena menurut pemahamannya kehidupan tidak selalu berwarna
hitam dan putih atau baik dan buruk, akan tetapi ada warna yang lain yang mengikutinya dan menjadi
proses untuk mencapai tujuan.
Penyajian komposisi Bang jo bersumber atau mengacu pada suasana kerumitan dan keramaian yang
terjadi di jalan raya. Penata menggambarkan sebuah kerumitan dan keramaian tersebut dengan berbagai
instrumen etnis dominan (Lampung) seperti kulintang, gambus, rebana, kendang dok-dok, suling serdam
kemudian yang dimaksud etnis tambahan di sini seperti: trompet, trombone, akordion, dan bass
elektrik dengan menggabungkan bentuk, teknik permainan, sekema musik tradisi lampung dan bentuk
atau teknik-teknik musik barat, yang dikemas menjadi komposisi baru.