DETAIL DOCUMENT
Penyajian gending-gending tradisi: GendingTtaliwangsa, Kiyagong Ririh, Purwagilang dan Ladrang Pangkur
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Purnama, Bayu
Subject
Karawitan 
Datestamp
2022-05-18 01:26:18 
Abstract :
Karawitan merupakan salah satu jenis musik tradisi yang begitu besar berperan dan bermanfaat sebagai salah satu media ? ungkapan serta sarana pembentukan citra, kepribadian, karakter atau identitas dari seseorang atau nilai-nilai yang berakar dari kebudayaan masyarakat yang diekspresikan tlalam bentuk karya komposisi musikal melalui tintlakan-tintlakan kreatif seniman. Karawitan gaya Yogyakarta tlalam garap gentlingnya lebih populer patla garap gentling soran, yaitu gentling yang tlisajikan tlengan volume keras yang lebih menonjolkan garap instrumen balungan tlan bonang, sehingga karakter musikalitasnya terkesan agung, mungguh, gagah, greget, tlan sigrak, namun titlak kalah pentingnya karawitan gaya Yogyakarta juga banyak memiliki gentling garap lirihan, yaitu dengan lebih menonjolkan garap instrumen depan, di antarannya gender, rebab, kendang, gambang, tlan vokal.Penyajian dan penulisan ini merupakan salah satu upaya untuk menggali tlan melestarikan gending-gending gaya Yogyakarta. Gentling Taliwangsa adalah gentling tlengan garap soran. Gentling Kiyagong Ririh merupakan gentling lirihan yang mempunyai spesifikasi garap. Gentling Puiwagilang digunakan untuk iringan bedaya Angron Sekar. Ladrang Pangkur dalam penyajian dan penulisan ini tlifungsikan sebagai iringan pakeliran wayang kulit gaya Yogyakarta patla jejer IV (pandhita).Dalam hubungannya dengan seni pertunjukan tratlisional lainnya, gentling mampu berposisi dan berperan secara gantla sesuai sifat, karakter, dan bangunan suasana yang dikehentlaki oleh masing-masing jenis seni pertunjukan tradisional yang memanfaatkannya. Gentling dapat hadir sebagai ilustrasi, pembingkai, tlan menyatu. Dikaji tlari sisi estetik musikalnya menunjukkan bahwa keindahan penyajian gentling terletak patla hubungan timbal balik antara tabuhan instrumen satu dengan lainnya. Interaksi tersebut membentuk garap musikal yang utuh. Dari bangunan garap teiwujud berbagai jenis karakter dan berbagai kesan "rasa estetik" seperti setlih, sigrak, prenes, gagah, gecul, sereng, dan agung. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta