Abstract :
Dari waktu ke wak.tu, kalau diperhatikan perubahan cerita, alur, latar, dan penokohan dalam pewayangan itu merupakan kejadian yang wajar-wajar saja. Lantas bagaimana keadaannya dalam pentas wayang golek. tetap atau berubah? Semua pasti setuju menjawab berubah: yang menjadi persoalan justru apakah perubahan itu bermanfaat atau malah merugikan, mengagungkan atau menjatuhkan seni pewayangan itu sendiri. Di sinilah yang memerlukan perhatian kitasemua. Pada era globalisasi, ketika dunia sudah tidak. memiliki batas lagi, ketika dari rumah kita bisa melihat panggung dunia. Arus modernisasi sudah sedemikian canggih, wayangpun mulai penyempit lahannya. Wayang tergencet oleh tontonan lain yang beragam bentuknya seperti film, video, CD, Jayar tancap yang suka atau tidak suka, telah menggencet kedudukan wayang yang dulu sangat diagungkan. Bagaimana jika wayang disajikan melalui media hiburan interaktif seperti game? Game di seluruh dunia didominasi oleh game dari Amerika dan Jepang, termasuk di Indonesia juga. Melihat keadaan Cina, Korea, Hongkong yang juga ingin membangkitkan game dalam negeri mereka. Penulis mengakui bahwa game game asing jauh lebih bagus dari game game buatan Indonesia, mereka jauh lebih profesional dan hasilnya jauh lebih mantap. Untuk menyaingi game asing pasti sangatlah berat, tetapi kalau tidak dimulai dari sekarang, ya kapan lagi?