Abstract :
Tesis ini bertujuan mengkaji tari Bedhaya Suryasumirat yang telah menjadi
Kekayaan kesenian di Istana Mangkunegaran Surakarta. Kehadiran tari ini menarik
Karena menggunakan nama bedhaya serta memiliki ciri-ciri tari bedhaya seperti dapat dijumpai di keraton Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta.
Sebagaimana telah berlaku selama ratusan tahun, bedhaya dengtan ciri seperti terdapat dalam bedhaya suryasumirat hanya boleh dimiliki keraton. Dengan latar elakang seperti itulah tesisi, ini berusaha mengungkapkan peristiwa apa yang sesungguhnya sedang terjadi hingga istana setingkat kadipaten seperti Mangkunegaran tersebut dapat memilik bedhaya dengan katakteristik bedhaya keraton. Permasalahan yang berkaitan dengan bedhaya adalah sangat kompleks karena sebagai atribut politik (kekuasaan), bedaya berkaitan dengan banyak aspek. Guna mencapai tujuan tersebut digunakanpendekatan sosio-kultural melalui ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, ilmu politik dan tidak akalah pentingnya ilmu sejarah sebagai metode untuk mendapatkan data yang terpercaya.
Idcpcnyusunanbedhcg>adaLangdariduapihalcpcrtarna,pihakS1i
Mangkumgara IX yang ingin mclestaxikan scmangat Pangcran Sambcmyawa dalam mengemban amanat kcpala kczrabat Kedua, pihak penyusun
tan yakni Sulistyo Sukmadi Tlrtokusumo yang ingin mcngabdikan kaxyanya bagi
Mangkunagamn kamna ia adalah salah seomng kcrabatnya. Keputusan pcngunaan
atzibutscpcrlipcawaribcxjuxnlahscrnbilaxxdidasaxkanatas ?dakbcdalqmyakckuasaan
poli?k tradisional scjak Proklamasi Kcme1'de1