Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Timbul Raharjo, 7653/IV-4/603/96
Subject
Penciptaan dan pengkajian seni
Datestamp
2016-10-03 02:47:35
Abstract :
Penciptaan karya ini dimaksud untuk mewujudkan karya seni keramik
baru dengan bentuk teko sebagai sumber inspirasi. Teko adalah peralatan
rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat air minum. Materi ini menarik
dieksplorasi karena dapat memberikan rangsangan batin bagi penulis untuk
menciptakan karya seni keramik. Teko sebagai tempat atau wadah air akan
semakin diabadikan jika tidak sekedar hadir sebagai benda fungsional saja,
tetapi juga memperhatikan nilai-nilai estetika atau keindahan. Bentuk teko yang
beraneka ragam biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, ditranformasikan
dalam wujud keramik seni sesuai dengan daya kreativitas peneiiti dikembangkan
menjadi bentuk yang imajinatif. '
Semangat imajinatif dalam pembentukan karya seni keramik ini,
dipengaruhi oleh para keramikus pendahulu seperti karya Matsumoto Saichi,
Kono Akira, Michael Duval, Kenneth Price dan Richard Show. Sumber ide yang
penulis pilih adalah bentuk teko yang dalam visualisasinya penulis mendapat
pengaruh dari para seniman itu. Dalam konteks keterpengaruhan semacam itu
penulis mengkolaborasikan satu teori yang akan mengukuhkan bahwa peristiwa
pengaruh mempengaruhi sudah merupakan suatu kelaziman. Hal ini
dikarenakan adanya disiplin ilmu antar teks, yang kemudian dikenal sebagai
intertekstual
Bentuk-bentuk yang dikembangkan menjadi kotak persegi mirip karya
kubisme, sepintas karya keramik tersebut dapat diinterpretasikan sebagai
sebuah bentuk wadah, vas bunga, tempat pensil maupun bentuk bangunan
yang tampak kokoh. Meskipun jika dilihat sepintas karya yang disajikan agak lain
dengan bentuk teko, hal ini disebabkan karena penulis mengembangkan menjadi
bentuk seni keramik yang ekspresif.
Pemilihan bahan, proses pengolahan bahan, dan proses pembentukan
dipertimbangkan untuk mendapatkan karya keramik yang spesi?k. Bahan yang
dipergunakan dalam karya keramik ini berupa tahah liat stoneware, tanah liat
earthenware, dan kertas tissue. Pada proses pengerjaan, dipergunakan dua
jenis bahan tanah liat dengan karakter yang berbeda yait_u tanah stoneware dan
tanah eathenware. Hasil dari pencampuran kedua jenis bahan tersebut dicampur
dengan kertas tissue. Hasii campuran kertas tissue dan tanah liat itu disebut
paper pulp atau paper clay. Bahan inilah yang dijadikan media pembuatan karya
seni keramik oleh penulis. Proses pembentukan menerapkan teknik slip casting
dengan tujuan menjaga kestabilan bentuk. Meskipun teknik ini berkonotasi
reproduksi akan tetapi teknik ini hanya dipergunakan untuk menentukan hasil
karya yang dikehendaki.