Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
I Wayan Senen, Nim O7/262779/SMU/297
Subject
Karya Dosen
Datestamp
2016-10-03 03:46:27
Abstract :
Suatu yang sangat menarik untuk dikaji pacla ritual keagalnaan
Hindu di Kabupaten Karangasem yaitu adanya ketidakjelasan tentang
faktor pendorong suasana ramai meriah, ciri?ciri penggunaan dan
makna bunyi-bunyian pcmcagitd dalaxn upacara odalan yang hingga kini
belurn pernah dikaji secara mendalam oleh para peneliti terdahulu,
meskipun aspc-:k?aspek itu sangat penting diformulasikan dan
diinformasikan.
Kajian kualitatif ini menggunakan penelitian lapangan yang
menyangkut pemilihan lokasi, pemilihan nara sumber, penentuanw
instrumen penelitian, pengumpulan data, analisis data dan
penyajian data. Atas keunikannya, Kabupaten Karangasem dipilih
sebagai lokasi penelitian ini. Pemilihan nara sumber dilakukan
berdasarkan relevansi kelayakannya dengan penelitian ini.
Penentuan instrumen penelitian dilakukan atas kebutuhan proses
penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi,
studi pustaka, Wawancaxa dan dokumentasi. Analisis data
dilandasi oleh konsep teks, konsep ritual, konsep agama dan teori
semiotika. Sementara penyajian data bersifat deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa munculnya suasana
raunai dan meriah pada bunyi~bunyian pancagita didorong oleh
ajaran siwa sidhanta, konsep kebebasan, konsep estetika, konsep
karma dan konsep pancadewata. Ciri-ciri penggunaan bunyi?
bunyian ritual odalan yaitu disajikan dalam rangkaian upacara
odalan, dikondisikan melalui sakralisasi spiritual dan disajikan
dalam ruang Waktu dan keadaan yang sakral. Diternukan tiga
buah makna bunyi-bunyian pancagita yaitu makna ikonik, makna
indeksikal dan makna simbolik.
Dengan demikian ditegaskan bahwa, 1) jalan kerja yang
ramai untuk menuju Tuhan rnasih relevan dengan jiwa
masyarakat sekarang. 2) Segala bunyi-bunyian dapat digunakan
sebagai bunyi?bunyian ritual odalan dengan persyaratan tertentu.
3) bunyi-bunyian pancagita merupakan sebuah aktualisasi dari
rasa hormat pemuja kepada yang dipuja, rasa satu antara sesama
rnanusia dan rasa indah para pelaku dan para penikmat bunyi-
bunyian. .