Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Diwangkara Nur, Saraswati
Subject
Televisi
Datestamp
2022-07-18 03:54:02
Abstract :
Turunnya rezim pemerintahan Orde Baru membuka kembali keran kebebasan berekspresi seniman Indonesia lewat film dengan tema berbagai spektrum gender dan orientasi seksual yang sempat hilang. Film Madame X (2010) karya Lucky Kuswandi adalah film superhero queer pertama di Indonesia yang bercerita tentang
seorang queer yang berprofesi sebagai kapster salon bernama Adam (Aming),
dimana ia harus memenuhi takdirnya sebagai super hero dengan julukan Madame
X yang harus menyelamatkan masyarakat negeri antah berantah dari politikus
homofobik yaitu Kanjeng Badai (Marcel Siahaan). Dalam realitas sosial, queer
sering dimarjinalisasi bahkan dipresekusi oleh masyakarat. Sementara dalam film
Madame X (2010), queer ditampilkan berjuang keras untuk memperoleh eksistensi
hidupnya bahkan didekonstruksi menjadi sosok yang dapat mengalahkan cis
heteroseksual.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model aktan Algirdas Greimas dimana peneliti berusaha menganalisis narasi queer dengan menggunakan model aktan untuk melihat bagaimana karakter dan relasinya hingga menghubungkan mereka pada jalan cerita film serta membaginya dalam enam karakter.
Hasil dari penelitian ini adalah film Madame X memang dapat dikatakan
sebagai film queer Indonesia yang progresif, dimana karakter queer digambarkan
tangguh dan menjadi sosok pahlawan. Film ini juga memberikan bentuk keragaman
gender di perfilman Indonesia.