DETAIL DOCUMENT
Studi Interior Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, Pecinan, Semarang
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Arum Ndalu, Lintang
Subject
Disain Interior 
Datestamp
2022-05-25 12:46:36 
Abstract :
Klenteng Tay Kak Sie adalah salah satu peninggalan kebudayaan masyarakat Tionghoa yang terletak di Gang Lombok, Pecinan, Semarang, Jawa Tengah. Klenteng ini merupakan tempat ibadah bagi umat Tri Dharma dan salah satu klenteng tertua dan terbesar di Pecinan Semarang. Klenteng ini menganut nilai-nilai budaya Tiongkok Selatan baik pada interior maupun eksterior. Bentuk­ bentuk pada klenteng ini sedikit banyak diadopsi dari bentuk-bentuk yang banyak diterapkan di Tiongkok Selatan. Simbol-simbol yang terkandung dalam setiap elemen interior berhubungan erat dengan aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Tionghoa yang kemudian dituangkan dalam bentuk-bentuk serta makna-makna tertentu. Penelitian ini memaparkan mengenai elemen interior pada Klenteng Tay Kak Sie di Semarang dan dikaitkan dengan desain, fungsi dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai interior Klenteng Tay Kak Sie dikaitkan dengan desain, fungsi dan filosofi. Penelitian ini bersifat deskriftif dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis data yang dilakukan dengan cara mengolah perolehan data lapangan yang selanjutnya dikomunikasikna dalam bentuk penulisan deskriptif serta kesimpu lan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk-bentuk yang diterapkan pada setiap elemen interior merupakan rupa bentuk geometris serta rupa bentuk alami yang merupakan stilasi dari bentuk-bentuk geometris serta bentuk alamiah yang berasal dari flora, fauna, manusia, serta simbol-simbol tertentu. Dalam penataan ruang, klenteng ini mengacu pada keseimbangan simetris dan asimetris yang tampak pada peletakan elemen struktur (kolom), bukaan 'serta pengaplikasian ragam hias pada setiap elemen interior. Hampir semua elemen interior pada klenteng ini memiliki fungsi pada umumnya yaitu yang bersifat fungsional serta memiliki fungsi yang bersifat hanya sebagai dekoratif saja. Setiap elemen pada interior klenteng memiliki filosofi yang berdasar pada mitologi, kepercayaan atau aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Tionghoa. Kata kunci: Interior, klenteng, bentuk, fungsi, filosofi 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta