Abstract :
Pusat Batik dan Kerajinan Mirota berdiri sejak tahun 1987 dan terletak di JIn. Jendral Ahmad Yani No. 09 Yogyakarta. Pendirinya adalah bapak Hamzah Sulaiman. Pusat Batik dan Kerajinan Mirota Batik dengan luas bangunan sekitar + 3.304 m2, terdiri dari empat lantai, yakni ; lantai satu untuk kain batik, pakaian, barang-barang antik, makanan tradisional, dan jamu, lantai dua untuk barangbarang kerajinan dan juga barang-barang antik, lantai tiga untuk ruang perkantoran, ruang studio foto Ratri Image, dan ruang tunggu caf? Oyot Godhong yang menempati lantai tiga dan empat. Untuk mencapai suasana Keraton Yogyakarta dengan konsep one stop shoping maka perencanaan dan perancangan interior pada Pusat Batik dan Kerajinan Mirota Batik menerapkan tema Keraton Yogyakarta dan gaya Post Modern. Perancangan ini difokuskan pada interior lantai satu dan lantai dua Pusat Batik dan Kerajinan Mirota Batik yang mampu menciptakan suasana Keraton Yogyakarta yang mencitrakan tradisional, ramah, santun, dan mampu memberikan kesan eksklusif dan penerapan sirkulasi yang seimbang yang diadopsi dari tata letak Keraton.
Kata kunci: Pusat Batik dan Kerajinan Mirota Batik, Post-modern, Kraton Yogyakarta, One Stop Shoping