Abstract :
Kesenian rakyat sangat dekat dengan kehidupan masyarakat pendukungnya. Desa Wanogara wetan kecamatan Rembang sebagai salah satu kawasan di Kabupaten Purbalingga, mendukung keberadaan tari ebeg yang dibina oleh kelompok kesenian Ebeg Krido Budoyo. Ebeg sebagai salah satu bentuk kesenian yang ada di desa Wanogara Wetan, keberadaan selalu berkembang dari zaman ke zaman. Perubahan sajian tersebut dapat dikaji dari bentuk penyajian pertunjukannya. Kelompok kesenian ini sudah mengalami 2 regenerasi yang dalam pengelompokannya di bedakan dalam kelompok penari dewasa dan kelompok penari anak-anak. Kelompok penari dewasa dalam pertunjukan menyajikan bentuk tari ebegebegan konvensional, sedangkan kelompok anak-anak menyajikan tari ebegebegan garapan. Eksistensi Krido Budoyo di tengah-tengah kchidupan masyarakat desa Wanogara Wetan tetap terjaga dan masih beriahan sampai sekarang. Perkembangan yang terjadi dengan pola sanian yang up to date memberikan pengaruh terhadap perkembangan kesentan terschut di masyarakat. Eksistensi berkaitan dengan pemenuhan atas kebutuhan masyarakat terhadap kesenian tersebut.