DETAIL DOCUMENT
Kajian estetik dan simbolik ragam hias di Klenteng Sam Poo Kong Semarang
Total View This Week0
Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Yulianto, Antonius
Subject
Kriya Kayu 
Datestamp
2022-05-28 02:09:44 
Abstract :
Sejak dahulu kebutuhan manusia untuk melakukan kegiatan menghias sangatlah penting. Mulai dari ditemukannya lukisan di gua leang-leang hingga gebrakan pada masa reneisan di Eropa. Kegiatan menghias ini muncul karena kebutuhan akan pengalaman keindahan dalam diri manusia pada lingkungan tempat hidupnya. Tidak dipungkiri, tentu saja pengalaman estetik ikut ambil bagian dalam hal ini. Pengalaman estetik dapat muncul dipengaruhi oleh interaksi manusia dengan alam sekitarnya, interaksi ini menghasilkan pengalaman bersifat kontemplatif, simbolik, dan filosofis. Kesemua hal tersebut secara sadar ataupun tidak sadar dilalui oleh manusia saat bersinggungan dengan pengalaman estetik. Kegiatan menghias yang berulang-uJa ng dan terjadi d i berbagai tempat menghasilkan bermacam jenis bentuk hias atau ragam hias. Seiring berjalanya waktu, ragam hias di setiap tempat menjadi bagian tradisi yang sering dilakukan untuk keperluan tertentu selain sebagai penghias. Berbagai bentuk ragam hias dan penerapannya yang berbeda-beda di setiap tempat, menjadikan ragam hias tersebut memiliki karakteristik tersendiri sesuai tempat dimana ia lahir. Hal ini menyebabkan ragam hias dapat menjadi identitas suatu daerah beserta kebudayaanya, seperti misalnya ragam hias Cina yang menjadi identitas kebudayaan Cina. Di kebudayaan Cina ragam hias digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan maksud tertentu, baik kepada masyarakat ataupun kaisar, sehingga tak jarang pada ragam hias tersebut terdapat simbol-simbol berharga yang menyimpan banyak arti. Klenteng Sam Poo Kong sebagai benang merah kebudayaan Cina di Indonesia menyimpan banyak cerita dan kisah. Bukan hanya melalui aktivitas peribadatan, melainkan melalui bentuk-bentuk ragam hias yang ada di dalam klenteng tersebut . Ragam hias itu menyimpan ajaran-ajaran dan makna berharga tentang tata kehidupan warisan leluhur bangsa Cina. Vntuk itu pada penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan budaya dengan memandang Klenteng Sam Poo Kong sebagai artefak yang memiliki nilai estetik dan simbolik karena dipengaruhi oleh kebudayaan dan kisah pembentuknya. Analisis penelitian ini difokuskan pada ragam hias yang ada di bentuk fisik bangunan K lenteng Sam Poo Kong, meliputi struktur bangunan dan elemen interior, eksterior yang ada pada Klenteng Sam Poo Kong. 
Institution Info

Institut Seni Indonesia Yogyakarta