Abstract :
Nama Didik Hadiprayitno atau lebih dikenal dengan
nama Didik Nini 'Thowok cukup menonjol di dunia seni
pertunjukan. Walaupun kemunculan Didik barn sekitar tahun
1970-an, namun kiprahnya sebagai penari maupun penata
tari cukup produktif. Spesialisasinya adalah sebagai
penari humor, potensi lain yang ia kembangkan dan amat
menunjang pengalaman dan kematangan di panggung
pertunjukan ialah bidang teater tradisional seperti:
ketoprak, wayang Wang, dagelan atau lawak, dan juga
menjadi penyanyi lagu-lagu humor maupun pembawa acara
yang menyegarkan suasana.
Kepenarian Didik cukup mewarnai dunia tari yaitu
pada spesifikasinya yang bérgaya humor. Sebagai penari
lulusan perguruan tinggi seni, yaitu Akademi Seni Tari
Indonesia di tahun 1970-an prestasi Didik cukup menonjol.
Maka tak mengherankan apabila almamaternya itu menarik
Didik »sebagai staf pengajar. Namun, kenyataannya Didik
tidak merasa cocok sebagai pengajar pada pendidikan
resmi. Ia memilih berkarier secara mandiri dan langsung
terjun melayani masyarakat yang membutuhkan tariannya.
Tekad yang membaja dan keuletan Didik untuk tetap
konsisten sebagai penari dan pefcaya bahwa dengan
keterampilannya menari ia akan tetap hidup tak banyak
diikuti penari lain. Berbagai faktor mewarnai kejiwaan
Didik dalam memutuskan pilihan hidupnya.
Kepribadian Didik yang unik, ditopang dengan
penampilan visualisasi yang khas merupakan modal berharga
bagi kemajuan karier tarinya. Penguasaan berbagai gaya
tari daerah menjadi sumber yang tak habis-habisnya ia
gali dan diungkapkan kembali dengan bahasa tari humornya.
Naluri jiwa mandiri yang ia miliki mampu mengelola tari
humor menjadi sebuah industri hiburan yang dibutuhkan
masyarakat saat ini.
Berdasarkan itu, figur Didik layak menjadi sumber
penulisan biografi. Untuk mengetahui perjalanan hidup
Didik dari masa ke masa memerlukan pendekatan historis.
Pendekatan psikologis dimanfaatkan untuk memahami aspek
kejiwaan Didik yang mempunyai kepribadian khas.
Penelitian yang dilengkapi pula dengan pendekatan
sosiologis ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat
tari, bahwa mereka seharusnya mampu hidup dari tari yang
ivdihasilkannya. Maka dengan begitu seni tari mampu
menghidupi seniman penciptanya. Semua itu akan tercipta
bila si seniman juga menggeluti secara total dunianya
seperti halnya yang telah ditempuh Didik. Tekadnya terns
menari sampai akhir hayatnya.