Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Asep Saepudin, 08/27629 1 /PMU/05573
Subject
Karawitan
Datestamp
2016-10-10 08:13:03
Abstract :
Penelitian tentang kreativitas Suwanda dirnaksudkan untuk
mengungkap seluk beluk dan tahapan-tahapan yang dilalui oleh
Suwanda dalarn menciptakan tepak kendang jaipongan. Di dalam
tesis ini dibahas secara rinci tentang gambaran umum karawitan
Sunda, sosok pribadi Suwanda, kreativitas Suwanda, ciri-ciri khas
tepak kendang Suwanda, faktor pendukung Suwanda dalam
melakukan kreativitasnya, serta analisis terhadap ragam tepak
kendang jaipongan dalam lagu Daun Pulus Késér Bojong.
Suwanda adalah seniman berbakat kreatif yang telah
menciptakan tepak kendang jaipongan sebagai tepak baru dalam
kendang Sunda di tahun 1980-an. Ia lahir pada tanggal 03 Maret
1950 di Citopéng Desa Bolang Kecamatan Batu Jaya Rengas
déngklok Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bakat kreatif dan
keterampilan seninya diperoleh dari lingkungan keluarga sebagai
seniman topéng banjét yang diwariskan secara turun temurun.
Berbekal kesenian ini, Suwanda memiliki daya ungkap tepak
kendang yang luar biasa sehingga mampu mengaktualisasikan
ide, konsep dan gagasan Gugum Gumbira dalam penciptaan
jaipongan. Oleh karena itu, Suwanda memiliki peranan yang
sangat penting dalam penciptaan jaipongan sehingga mencapai
puncak popularitasnya pada tahun 1980-an.
Proses kreatif Suwanda berawal dari ketertarikannya
terhadap berbagai fenomena tepak kendang Sunda dalam berbagai
jenis kesenian seperti ketuk tilu, topéng banjét, wayang golék,
kiliningan, bajidoran, penca silat dan tarling. Kekayaan ragam
tepak kendang Sunda, digarap dengan konsep ?kebebasan dan
?kebaruan? menjadi bentuk baru yakni tepak kendang jazpongan.
Garap kendang memiliki peranan sangat penting dalam jazpongan,
merupakan cin' khas jaipongan, sebagai pembeda karawitan
jaipongan dengan yang lainnya. Kendang jaipongan dibuat dengan
konsep garap Suwanda yakni ?ngolah nu aya maké cara: salambar
langsung saayana tinu heubeul, janten ku nyalira, ngarobah nu dya
(ditambah, dikurangan, dipotong, dikerepan, dicarangan).?
(mengolah yang ada dengan cara: semuanya langsung dari yang
lama, jadi dengan sendirinya atau improvisasi, merubah yang ada
(ditambah, dikurangi, dipotong, dipadatkan, di1onggarkan)).