Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Junaidi, 13160/IV-4/0987/99
Subject
Pedalangan
Datestamp
2016-10-11 04:43:31
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang
jelas dan rinci mengenai pakeliran wayang kulit purwa lakon Salya
Begal di Pondok Seni dan Budaya Boediardjo Borobudur, yang
rnenyangkut tentang makna bagi kornunitas Pondok seni dan
budaya Boediardjo di Borobudur Kabupaten Magelang. Unguk
memberikan eksplanasi terhadap permasalahan yang dibahas,
digunakan metode deskriptif analisis serta dengan pendekatan i1rnu-
ilmu sosial yang ada hubungannya dengan penelitian ini.
Munculnya pakeliran wayang kulit purwa lakon Salya Begal di
Pondok Seni dan Budaya Boediardjo ada hubungannya dengan ?gur
almarhurn Boediardjo, karena pakeliran tersebut disajikan setiap
setahun sekali pada bulan Nopember oleh Yayasan Pondok Seni dan
Budaya Boediardjo untuk memperingati kelahiran Boediardjo, yang
lahir pada tanggal 16 Nopember 1921.
Lakon Salya Begal ini muncul pertama kali pada saat upacara
peringatan ulang tahun kelahiran Boediardjo yang ke 75 di Jakarta
oleh prakarsa pribadi Boediardjo, dengan disertai parneran foto dan
peluncuran bukunya berjudul ?Siapa Sudi Saya Dongengi? yang
berisi tentang riwayat kehidupannya. Pada bagian akhir tulisannya
dicantumkan sinopsis Salya Begal sebagai epilog. Selanjutnya
sinopsis ini dijadikan pijakan penyajian pakeliran lakon Salya Begal
di Pondok Seni dan Budaya Boediardjo. Sehubungan dengan hal
tersebut, maka pakeliran Salya Begal bukan semata-mata sajian seni
hiburan, tetapi sajian seni yang mempunyai makna simbolis. Lakon
Salya Begal sebagai simbol perasaan orang yang sedang kecewa dan
putus asa, sedangkan bagi komunitas Pondok Seni dan Budaya
Boediarcljo, lakon Salya Begal sebagai simbol sarana pengungkapan
rasa hormat dan kagum terhadap sosok Boediardjo.