Abstract :
Respon emosi musikal adalah reaksi emosi yang terjadi akibat
mendengarkan musik, sebagi ekspresi pengalaman terdalam aspek
emosi, kognisi, dan sosial seseorang. Respon emosi musikal timbul bila
nilai estetis musik dipemleh baik dari mendengar musik dalam keseharian
atau melalui pertunjukan musik seoara khusus. Sejumlah penelitian
menyebutkan bahwa elemen tempo dan timbre adalah elemen terpenting
di dalam musik. Namun demikian kebanyakan penelitian berdasarkan
musik barat dan belum banyak dalam kerangka musik Indonesia
khususnya topik mengenai respon emosi musikal baik yang
menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Demikian pula belum
pemah diteliti dengan menggunakan musik dan alat musik tradisi
indonesa.
Karenanya, penelitian dasar ini dirancang dengan pendekatan
eksperimentai yang melibatkan orang Jawa dengan alat musik gamelan
Jawa dan dilakukan di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini untuk
memperoleh gambaran yang lebih baik bagaimana pengaruh stimulasi
elemen tempo dan timbre dalam gamelan Jawa terhadap respon emosi
pendengamya.
Subjek penelitian terdiri dan 16 orang musisi (pengrawit) dan 16
orang non-musisi (pandhemen). Mereka diminta untuk mendengarkan
gendhing Jawa Ladrang Agun-Agun yang dimainkan dalam 4 versi secara
berturut-turut. Satu gendhing diperdengarkan dalam tempo asli dan tiga
gendhing berikutnya dalam tempo dan timbre yang dimodi?kasi. Setiap
pengrawit dan pandhemen akan mendengarkan gendhing dalam tempo
asli dan tempo modi?kasi dengan gamelan perunggu serta gendhing
dalam tempo asli dan tempo modi?kasi menggunakan gamelan besi.
Suasana hati, respon emosi musikal, ekspresi wajah sebagai aspek
psikologis akan diuukur melalui skala pada setiap periakuan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh stimulasi elemen
tempo asli perunggu dan tempo asli besi serta tempo modi?kasi perunggu
dan tempo modi?kasi besi terhadap respon emosi musikal pendengamya
teruji signi?kan. Pengrawit menunjukkan kepekaan yang signi?kan
temadap elemen tempo dan timbre modi?kasi. Terlihat pula perbedaan
pengaruh antara stimulasi elemen tempo asli dan modi?kasi baik
perunggu maupun besi terhadap respon emosi musikal pendengar. Juga
respon emosi musikal yang distimulasi melaiui elemen tempo dalam
gamelan Jawa lebih mempengaruhi persepsi, pengalaman, dan aspek
sosial budaya pendengar dan" pada faktor ?sika bunyi semata.
Keseluruhan eksperimen ini melengkapi penelitian yang dilakukan
terhadap musik barat bahwa elemen tempo lebih penting dari pada
elemen timbre. Hal tersebut terbukti bahwa respon emosi musikal
pendengar musik gamelan Jawa iebih dipengaruhi oleh elemen tempo
dibandingkan dengan elemen timbre.