Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Sumaryono, N0. Mhs: 07/262784/SMU/296
Subject
Pedalangan
Datestamp
2016-10-11 06:46:05
Abstract :
Data-data empirik menunjukkan bahwa eksistensi seni
pertunjukan topeng di Jawa dan Madura, secara tradisional selalu
didukung oleh para seniman dalang dan kerabatnya. Wayang topéng
pedhalangan di u Yogyakarta demikian pula, pelestarian dan
pengembangannya tidak bisa dilepaskan dari peran para seniman
dalang dan kerabatnya. Fakta inilah yang menjadi latar belakang
masalah di dalam disertasi ini. Penelitian ini dengan demikian
bertujuan untuk mengetahui peran dan keterkaitan para seniman
dalang dalam hal pelestarian dan pengembangan wayang topéng
pedhalangan di Yogyakarta.
Pengumpulan data-data di dalam penelitian ini dilakukan dengan
cara mengamati langsung jalannya pertunjukan wayang topéng
pedhalangan, serangkaian wawancara dengan para dalang dan
pengrajin topeng, serta melalui studi pustaka. Data-data tersebut
kemudian diolah dan dianalisis untuk menernukan jawaban-jawaban
dari latar belakang masalahnya. Pengumpulan data juga disertai
perekaman audiovisual dan pengambilan foto?foto jalannya
pertunjukan. Pengarnatan peristiwa pertunjukan sebagai dasar analisis
tekstual merupakan bagian dari pendekatan etnokoreologi. Ilmu-ilmu
bantu yang lain, misalnya arkeologi, antropologi dan budaya, sosiologi,
serta sejarah digunakan untuk mendukung ar1alisis yang bersifat
kontekstual. Penelitian ini oleh karenanya bersifat multi disiplin.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditunjukkan, bahwa wayang
topéng pedhalangan merupakan bagian dari mata rantai sejarah seni
pertunjukan topeng di Jawa, yang diduga sudah ada sejak abad VIII.
Perkembangan selanjutnya adalah munculnya seni pertunjukan topeng
Panji setelah adanya cerita Panji yang lahir pada pertengahan abad
XIII di zaman Singasari. Periode Demak (Abad XV-XVI) seni
pertunjukan topeng Panji dikembangkan oleh para wali, satu di
antaranya adalah Sunan Kalijaga. Berakhirnya periode Demak di akhir
abad XVI menjadi titik awal seni pertunjukan topeng Panji dilestarikan
dan dikembangkan oleh para seniman dalang dan kerabatnya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa seni pertunjukan
topeng di Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta selalu
dihubungkan dengan cerita Panji sebagai sumber lakonnya. Pengaruh
senirnan dhalang dan seni wayang kulit rnenimbulkan gaya
pedalangan.