Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
B. Djoko Suseno, 6327/IV—4 /448/94
Subject
Pedalangan
Datestamp
2016-10-11 07:06:11
Abstract :
Penelitian yang berjudul "Sajian Kemasan
wayang Kulit dan wayang Golek Bagi wisatawan
mancanegara" ini ingin nendapatkan jawaban dari dua
pertanyaan pokok yaitu:
1) Sejauh mana pengaruh pariwisata terhadap
pertunjukan wayang .
2) Bagaimana bentuk sajian wayang kemasan.
Untuk menjawab pertanyaan?pertanyaan di atas,
penelitian kwalitatif ini akan nenggunakan metode
sejarah dan penelitian lapangan ( Sevilla, et a1.)
1993). Untuk mengetahui seni pertunjukan wisata di
dalan kebudayaan dan tentang rasa seni nereka,
juga perlu menggunakan konsep penbagian sosial
dengan hubungan antara sistem klas dan seni yang
diajukan oleh Thomars (1964), serta konsep estetis
antropologi yang diformulasikan oleh Haquet (1971).
Kecuali itu juga diperlukan lima ciri seni wisata
yaitu: (1) tiruan dari aslinya; (2) singkat dan
padat; (3) penuh variasi; (4) dihilangkan nilai
sakral serta magisnya; dan (5) murah bagi wisatawan
(soedarsono, 1993).
Untuk menghindari pengaruh yang tak diharapkan
dan akan menurunkan nilai sajian, naka akan
meminjan diagram estetisnya Himsatt (1967) sebagai
kontrol. Oleh karena pengaruh pariwisata, naka
dalan pementasannya dijumpai tiga gaya yaitu; gaya
Yogyakarta, gaya Surakarta, dan gaya campuran
Yogyakarta dan Surakarta. Juga terdapat empat macan
bentuk pertunjukan yaitu; (a) dominasi seni
tradisi; (b) terjadi perkembangan garapan, (0)
seimbang, dan (d) dominasi seni wisata.