Abstract :
Terbentuknya industri mebel ukir Jepara melalui proses dan sejarah yang
panjang. Poses yang panjang itu dimulai dari pengenalan tentang keterampilan
pembuatan benda-benda kebutuhan hidup pada tingkat yang paling sederhana,
sehingga mengalami perkembangan clan berhasil mencapai tingkat kemampugn
yang tinggi dengan hasil-hasil yang baik. Pada tingkat awal, pengenalan
keterampilan dipcroleh melalui pembelajaran dan alih keterampilan yang
dibawa serta oleh para pedagang, imigran, dan para misionaria. Para pedagang,
imigran, dan misionaris terscbut di antaranya datang negeri Cina dan India.
Zaman pemerintahan Ratu Shima merupakan tahap awal pengenalan
kegiatan pertukangan dan perundagian, terutama dalam hubungannya dengan
pcmbangunan rumah, pembangunan galangan kapal, pembuatan perabot rumah
tangga, dan peralatan dapur. Bila produk yang dihasilkan pada waktu itu
diperhatikan, baik fungsi produk maupun kualitas estetikanya, masih berada
pada tataran sederhana. Oleh karena adanya berbagai pengaruh luar, maka
secara berangsur-angsur produk yang dihasilkan oleh masyarakat perajin
mengalami perkcmbangan dengan kualitas baik. Pengenalan perabot rumah
tangga dapat diietahui melalui hadimya berbagai macam perabot keperluan
hidup, yang dapat dibuktikan melalui relief-relief pada dinding-dinding candi.
Apabila dinding-dinding yang terbuat dari bahan batu andesit dan keras dapat
diwujudkan karya seni yang sangat tinggi, maka dapat diperhitungkan
pembuatan perabot dari kayu sudah dikenal masyarakat. Lukisan relief
berbentuk perabot, seperti tandu atau krobongan, yang dipahatkan pada dinding
candi Borobudur adalah tengara jelas perilaku masyarakat.Dalam hubungannya dengan perkembangan perabot rumah tangga pada
abad ke-7 dan seterusnya, peranan Ratu Shima tidak dapat diabaikan, terutama
dalam hubungannya dengan pembuatan kapal dan pembangunan rumah huniari.
Secara bertahap tetapi pasti, keterampilan para perajin terus mengalami
peningkatan yang diikuti dengan dcfersivikasi produk yang dihasilkan.
Abad kc-16 sampai dengan abad kc-17 adalah abad kegemilangan
bidang pertukangan dan perundagian." Ketika itu hadir seorang tokoh wanita
yang bemama Ram Kalinyamat. Dia adalah seorang pemerhati, inovator,
pengembangan seni yang kreatif di bidang pertukangan dan perundagian.
Penciptaan mebel ukir dan motif hias yang disesuaikan dengan pandangan
hidup masyarakat pada zamannya mulai dikembangkan, antara lain dengan
hadimya seni ornamen yang berkisar pada bentuk-bentuk stilisasi tumbuh-
tumbuhan, bunga-bunga, dan anasir alam lainnya. Pada waktu itu transisi dari
zaman Hindu ke zaman Islam, penciptaan karya seni yang mengacu perwujudan
bentuk binatang sudah digubah sedemikian rupa sehingga tersamar dalam
bentuk stilisasi.
Pembangunan rumah juga sudah sangat maju, tidak hanya dalam segi
gaya bangunannya saja, tetapi juga dalam segi kualitas estetiknya. Hiasan ukiran
yang diterapkan pada banglman rumah adat tradisional memperlihatkan puncak
pencapaian yang mengagumkan, sehingga lahir suatu kornentar terhadap seni
ukir Jepara pada waktu itu dcngan pcmyataan ?lembut bagai rambut dan halus
bagai sutera?. Pernyataan tersebut menunjukkan suatu pengakuan terhadap
pencapaian kualitas estetik yang sempurna.
Di samping itu, pembuatan perabot rumah tangga seperti meja dan kursi
sudah berkembang dengan baik. Mebel ukir dibuat bemkuran sangat besar dan
panjang, tampak kokoh dan kuat. Pada bagian sandaran memperlihatkan adanya
pengaruh gaya seni daerah Minangkabau, serta pemanfaatan dan pembauran
berbagai gaya seni di antara seni-seni tradisional di Indonesia. Pembauran gaya seni itu sudah teijadi sejak beralihnya pemerintahan Majapahit ke Demak,
karena banyak tenaga ahli yang turut diboyong kc Demak, sehingga pada masa
awal penumbuhan Islam di Indonesia gaya seni Hindu mewarnai penciptaan
karya seni dan kerajinan di Jepara pada khususnya dan di pulau Jawa pada
umumnya.
Kehadiran orang-orang Eropa Barat ke Indonesia (Jawa) pada abad ke-
l6 yang kemudian menjadi penguasa kolonial di negeri ini, telah membawa
serta berbagai pengaruh, khususnya di bidang pembuatan perabot rumah tangga.
Pembauran para tenaga teknik dari Cina, hidia, Arab, Eropa Barat,
Indonesia juga memacu terjadinya pembauran gaya seni. Pembauran gaya seni
itu tampak pada berbagai perwujudan, antara lain pada pembuatan galangan
kapal, pembuatan berbagai perabot, dan hasil-basil pembangunan lainnya. Pada
waktu itu produk industri kapalsudah menjadi komoditas ekspor. Keberhasilan
seperti itu tidak terlepas dari keterlibatan Ratu Kalinyamat, seorang ratu di
pesisir utara Jawa yang pusat pemerintahannya berada di Jepara
Pada abad ke-18, ketika pemerintahan pedalaman menerapkan sistem
feodal agraris dan meninggalkan sama sekali perdagangan laut, maka
penghasilan masyarakat cendenmg bertmnpu pada basil pertanian dan lebih
tertuju pada pemenuhan kebutuhan sendiri. Akibatnya perekonomian tidak
berkembang, dan semakin lama keadaan e