Institusion
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Author
Ela Yulaeliah, NIM 8867/IV-4/693/97
Subject
Etnomusikologi
Datestamp
2016-10-11 07:32:44
Abstract :
Berikut ini adalah suatu penelitiar. kwalitatif dengan suatu pend-zkatan
multidisipliner. Data yang ada telah dikumpulkan dari penelitian pustaka,
observasi partisipan, dan beberapa wawancara. Data tersebut itu secara kultural
ditafsirkan untuk mengamati pantun sebagai suatu seni dan fungsinya di
tengah-tengah masyarakat pribumi penutur Bahasa Sunda di Jawa Barat.
Seni pantun adalah suatu pertunjukan teater berskala kecil, yang disajikan
oleh juru pantun, seorang pembaca pantun Sunda profesional, dan diiringi
dengan instrumen musik, kacapi. Pertunjukan ini menyajikan suatu cerita
dengan antawacana atau percakapan yang dinyanyikan para tokoh dalam cerita
pantun. Dialog-dialognya disajikan dengan sekar gending. Sebelum Perang
Dunia Kedua, waktu budaya tradisi Sunda rcratif murni, seni pantun ini hanya
dimiliki masyarakat petani Sunda. Fungsi tunggal seni teater berpantun itu
adalah untuk mpngungkapkan rasa terima ka"ih yang dalam dari para petani
kepada (Nyi Pohaci Sanghiyang Asri) Dewi Padi karena berkahnya berupa panen
padi dan hasil bumi lainnya yang melimpah selama tahun yang bersangkutan.
Ada dua pilihan bagi pementasan seni pantun ini, yakni sebelum atau sesudah
panen berakhir.
Dalam perkembangannya kemudian, menurut makna fungsi sosialnya, seni
pantun telah meluas diterima untuk berbagai upacara yang diperlukan dalam
siklus kehidupan, misalnya saja upacara-upacara kelahiran anak, khitanan,
upacara ritual perkawinan, dan sebagainya, ngalokat atau ngaruwat, yaitu
upacara untuk mendapatkan kedamaian dari para leluhur, untuk mengusir r0h-
roh jahat, dan sebagainya. Tentang perkembangannya dalam sisi musik,
pertunjukan resitasi pantun kemudian dilengkapkan dengan gamelan berlaras
pe/0g-s/and/?0 tanpa meninggalkan kecapi sebagai instrumen utamanya. Seperti
halnya wayang kulit Jawa, seni pertunjukan pantun Sunda tidak dapat terhindar
dari campur tangan dalam sisi sastranya, yaitu bahwa pantun sebagai seni
rakyat harus Ainformatif bagi perkembangan sosial, ekonomi, dan juga politik di
Indonesia. sesuai dengan program-program Pemerintah. Dalam hal ini, juru
pantun sebagai pemimpin tunggal dalam pergelaran seni pantun memiliki
peranan yang lebih besar selama pertunjukan itu. Ia harus kreatif, terbuka bagi
munculnya sastra pantun kreasi baru, dan akhirnya harus diingat bahwa aspek
ritual masih tetap penting, meskipun saat sekarang seni pantun juga diterima sebagai
suatu sznana hiburan di kalangan masyarakat Sunda.