Abstract :
Storm Arwen's musical work was created based on the author's experiences with Hurricane
Arwen in England. The musical idea of this work is taken from natural phenomena that occur
during storms. The formulation of the idea of creation in the discussion of this work includes
the application of minimalism techniques to musical works and processing the structure and
form of descriptive music programs to describe the storm that occurred. The process carried
out by the author in creating the work "Badai Arwen" is to formulate the idea of creation by
observing and exploring various musical works and relevant literature works, exploring the
possibilities of instruments that will be used in the work, designing the concept of the work of
each part, determining instrumentation, cultivating detailed works, works using minimalism
techniques, writing works using the Sibelius application and processing sound results using
the Cubase 10 Pro application. The work "Storm Arwen" consists of three parts which are the
phases that occur in the storm. The first part is entitled ?Wind Storm? which uses shifting
technique in minimalism. The second part is entitled ?Thunderstorm? which uses the phasing
technique. The last part is entitled ?Snow Storm? which uses the harmony loop technique. In
addition, this work only uses 7 tones, which serve to limit the melodic material so that
minimal musical characteristics are achieved.
Karya musik badai Arwen diciptakan berdasarkan pengalaman penulis yang
mengalami kejadian Badai Arwen di Inggris. Ide musikal dari karya ini diangkat
dari fenomena-fenomena alam yang terjadi pada saat badai berlangsung. Rumusan
ide penciptaan dalam pembahasan karya ini meliputi pengaplikasian teknik
minimalisme pada karya musik dan pengolahan struktur dan bentuk musik
program deskriptif untuk penggambaran badai yang terjadi. Proses yang dilakukan
penulis dalam menciptakan karya ?Badai Arwen? adalah merumuskan ide
penciptaan dengan melakukan observasi dan eksplorasi berbagai karya musik dan
karya pustaka yang relevan, mengeskplorasi kemungkinan instrumen yang akan
digunakan dalam karya, merancang konsep karya tiap bagiannya, menentukan
instrumentasi, penggarapan karya detail karya dengan menggunakan teknik
minimalisme, penulisan hasil karya dengan menggunakan aplikasi Sibelius dan
pengolahan hasil suara menggunakan aplikasi Cubase 10 Pro. Karya ?Badai
Arwen? terdiri dari tiga bagian yang merupakan fase-fase yang terjadi pada badai
tersebut. Bagian Pertama berjudul ?Badai Angin? yang menggunakan teknik
shifting pada minimalisme. Bagian kedua berjudul ?Badai Petir? yang
menggunakan teknik phasing. Bagian terakhir berjudul ?Badai Salju? yang
menggunakan teknik harmony loop. Selain itu, karya ini hanya menggunakan 7
nada saja yang berfungsi untuk melimitasi material melodi sehingga tercapainya
karakteristik musik minimal.