Abstract :
Pembelajaran di masa pandemi ini mengalami perubahan, yang awalnya
diterapkan secara tatap muka namun saat ini pembelajaran harus berubah
menjadi pembelajaran daring. Permasalahan yang ditemukan di dalam proses
pembelajaran musik di Yayasan Omah Semangart adalah metode
pembelajaran yang sebelumnya digunakan di dalam pembelajaran tatap muka
(memanfaatkan musik kreatif) tidak dapat digunakan secara maksimal di
dalam pembelajaran daring. Faktor penghambat jika menerapkan
pembelajaran musik kreatif dalam pembelajaran secara daring adalah akan
menimbulkan suara delay dalam proses belajar mengajarnya. Metode Dalcroze
menyarankan tiga hal yang dapat diterapkan dalam pembelajaran,
diantaranya: eurythmics, solfeggio dan improvisasi. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui hambatan yang terjadi dalam proses belajar
mengajar pada kelas musik anak berkebutuhan khusus yang dilakukan secara
daring di Yayasan Omah Semangart, dan untuk mengetahui penerapan dan
hasil penerapan metode Dalcroze terhadap kelas musik anak berkebutuhan
khusus secara daring di Yayasan Omah Semangart Yogyakarta. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif
dimana peneliti akan mendeskripsikan fenomena yang terjadi dalam sebuah
proses penelitian. Fenomena dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran
musik bagi anak berkebutuhan khusus (tunanetra) di Yayasan Omah
Semangart. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
catatan lapangan dan wawancara terstruktur. Populasi dan sampel penelitian
ini adalah 1 siswa tunanetra. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode
Dalcroze dapat diterapkan di dalam kelas musik anak berkebutuhan khusus,
khususnya dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring.