Abstract :
Fashion merupakan suatu gaya dalam berbusana yang dapat mencerminkan jiwa
pemakainya. Tidak hanya berfungsi sebagai penutup badan atau pakaian yang melekat
ditubuh, kini fashion memiliki peranan penting seiring perkembangan zaman termasuk
dalam menyuarakan ide atau isu sesuai kreativitas sang desainer. Berbagai ide atau
sumber inspirasi dalam penciptaan busana hadir tidak hanya berasal dari objek tertentu
naun juga berbagai peristiwa sosial di tengah masyarakat, salah satunya isu
diskriminasi terhadap kaum wanita. Kemajuan teknologi dan media massa mendukung
lahirnya berbagai inovasi di dunia fashion dalam proses kreatif penciptaan busana.
Metode yang diterapkan dalam penciptaan karya tugas akhir ini terdiri dari
pendekatan teori estetika menurut Djelantik, teori ergonomi menuru Tarwaka, dan teori
busana menurut Arifah A. Riyanto. Metode pendekatan yang diterapkan pada
penciptaan ini adalah metode practice-led research. Proses pewujudan karya terdiri
dari tahap persiapan, mengimajinasi, pengembangan imajinasi, dan pengerjaan. Lebih
rincinya proses pengerjaan terdiri dari beberapa langkah yaitu pembuatan desain,
persiapan alat dan bahan, pengukuran dan pemolaan, pembatikan dan pewarnaan,
penjahitan kain, serta proses finishing.
Busana artwear dipilih sebagai jenis busana untuk menonjolkan pada segi
estetika bentuk busana secara keseluruhan maupun motif batik yang mengangkat ide
dari isu diskriminasi terhadap kaum wanita yang divisualisasikan ke dalam motif
ekspresi melankolis wajah perempuan sebagai korban diskriminasi. Keindahan yang
ditampilkan dalam busana akan dimanfaatkan daya tariknya kepada penikmatnya
sebagai media edukatif dari isu diskriminasi yang dialami kaum wanita. Busana ini
dimanfaatkan sebagai media kampanye berjalan untuk menyuarakan tentang
pentingnya kesadaran akan adanya kesetaraan, emansipasi, dan diskriminasi yang
seringkali dialami kaum wanita dengan harapan mampu mendukung kaum wanita agar
berperan dan menerima haknya sebagai individu utuh di tengah masyarakat.