Abstract :
Penelitian ini berawal dari situasi meresahkan pada industri mode terkini
dengan adanya tren yang berganti cepat, atau biasa disebut dengan konsep fast
fashion. Konsep ini ternyata berdampak negatif pada lingkungan yaitu
menghasilkan banyak sampah atau limbah tekstil yang menggunung dan
mencemari planet Bumi. Dari permasalahan tersebut dipandang perlu untuk
melakukan penelitian yang salah satu tujuannya adalah meminimalkan kerusakan
lingkungan akibat limbah tekstil. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan
sustainable fashion, sosiologi lingkungan dan sosiologi seni. Luaran dari
penelitian adalah adanya data perubahan habit atau kebiasaan masyarakat dalam
menanggapi isu-isu lingkungan; yang dilihat melalui engagement atau respon
masyarakat di akun media sosial Instagram Setali Indonesia (@setali.indonesia)
dari tahun 2018 sampai tahun 2021. Perubahan kebiasaan masyarakat ini terlihat
dari meningkatnya jumlah likes, viewers, reaction di media sosial, jumlah donatur
pakaian dan jumlah limbah tekstil yang diberikan kepada Setali Indonesia.