Abstract :
Wabah penyebaran COVID-19 yang melanda Indonesia berdampak pada
dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajarannya. Sekolah Khusus Autis Bina
Anggita Yogyakarta merupakan salah satu sekolah yang terkena dampak
penyebaran COVID-19, sehingga harus melaksanakan pembelajaran secara
daring. Hal ini membuat proses pembelajaran seni tari pada rombongan belajar
(rombel) A di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta menjadi
terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses
pembelajaran seni tari secara daring.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, objek
dalam penelitian ini berfokus pada proses pembelajaran seni tari secara daring di
Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta. Subjek penelitian ini ialah
kepala bidang penelitian dan pengembangan sekolah, pendidik seni budaya
khususnya seni tari, orang tua peserta didik Sekolah Khusus Autis Bina Anggita
Yogyakarta, dan pihak yang terkait dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui
teknik observasi, wawancara dengan beberapa narasumber, dan dokumentasi.
Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian
data, dan verifikasi. Data divalidasi menggunakan teknik triangulasi yang
menggabungkan antara teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tari secara daring di
Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta menggunakan metode ceramah,
metode demonstrasi, dan metode imitasi. Terdapat pula strategi pembelajaran
yang ditemukan dalam pembelajaran tari secara daring yaitu strategi pembelajaran
klasikal dan strategi pembelajaran individual. Metode dan strategi tersebut
digunakan sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.